Detail Program

Pendidikan

Beasiswa Pendidikan 350 Yatim

Terkumpul
Rp 137.051.428
Target
Rp 2.147.483.647
BERAKHIR PADA:
17 Januari 2020
Penerima Manfaat:
350 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
7 Desember 2019

Anak Yatim dan Dhuafa Berprestasi di Antasan Besar Dapat Beasiswa Rumah Yatim


Bantuan beasiswa prestasi bagi anak yatim dan dhuafa kembali disalurkan Rumah Yatim Area Kalimantan, Kamis (5/12). Kali ini, lima anak yatim dan dhuafa yang memiliki prestasi akademik dan nonakademik di Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, mendapat bantuan tersebut.

Sebelumnya seluruh penerima manfaat tersebut merupakan rekomendasi PKH Dinsos Banjarmasin. Penerima manfaat juga saat ini sedang menjalani pendidikan di tingkat dasar dan menengah pertama. Kegiatan ini pula dilakukan dengan cara door to door agar mengetahui secara langsung kondisi anak.

"Kami cari anak-anak yatim dan dhuafa yang berpestasi dan juga sangat membutuhkan bantuan," tutur Ricky Setiawan, Relawan Rumah Yatim Kalimantan.

Menurutnya, seluruh anak yang menerima beasiswa kondisinya sangat memprihatinkan secara ekonomi. Namun, kegigihan dalam belajar dan meraih prestasi ditorehkan oleh tiap anak. Bahkan, di antaranya anak tersebut hanya tinggal berdua dengan sang ibu.

"Tidak lepas dari target kami, memberikan beasiswa ini kepada mereka yang kurang mampu tapi memiliki nilai lebih dari segi prestasinya," ujarnya.

Karena, sambung Ricky, beasiswa ini pula sebagai bentuk apresiasi atas raihan sejumlah prestasi yang didapatkan oleh anak. Selain itu, ia berharap anak-anak tersebut bisa terus berjuang dalam menjalani sekolah dan mempertahankan prestasinya. Bantuan ini pula, diharapkan bisa meringankan beban orangtua anak.

"Ini sebagai dukungan dan apresiasi kami agar anak lebih semangat, dan bisa dikatakan suatu modal untuk ke depannya lebih mandiri dan bisa memutus rantai kemiskinan dengan kepintarannya," jelas Ricky.


Deskripsi Program


Ini Marlina (14), yatim sejak 1 tahun yang lalu. Ayahnya meninggal karena sakit stroke. Ada cerita mengiris hati saat Marlina dengan suara lirih dan bergetarnya menceritakan bagaimana Ia tidak dapat melihat Ayahnya di saat terakhir hidupnya. Hingga saat ini pun Marlina bahkan tidak mengetahui dimana tempat peristirahatan terakhir sang Ayah.

"Kenapa orang lain punya bapak, kenapa saya ga punya Bapak?"

Bathinnya seakan selalu menjerit menanyakan pertanyaan yang sama. Belum merasa kenyang dengan kasih sayang sang Ayah, di usianya yang masih belia Marlina pun harus menerima kenyataan untuk bisa bertahan hidup dengan segala kekurangan. Ibunya yang hanya bekerja serabutan hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup seadanya sehingga seringkali Marlina membantu Ibunya untuk mencari rumput. Seperti yang Ibunya lakukan dalam mencari nafkah.

Tetapi dengan segala keadaan ini, Marlina selalu bersyukur dan tetap semangat. Apalagi dengan cita-cita mulianya untuk menjadi seorang dokter anak. Ia selalu bersemangat dalam menuntut ilmu. Bahkan Ia tak pernah mengeluh karena jarak dari rumah ke sekolahmya sekitar 5 Km dan itupun ditempuh dengan berjalan kaki. Saat ini Marlina duduk di kelas 7 Mts Al Ikhlas, Kaso Kab. Ciamis.

Semangatnya untuk terus belajar dengan jarak yang jauh membuat Rumah Yatim pun bersemangat untuk terus membantu anak-anak yatim dan dhuafa seperti Marlina. Karena ternyata masih banyak dari mereka yang membutuhkan pertolongan anda.

 

***

Kini, saatnya kamu berkontribusmengulurkan tanganmu agar anak yatim dan dhuafa dapat merasakan indahnya masa sekolah dan dapat meraih cita-citanya.

Bagi kamu yang ingin bergabung menghidupkan kembali harapan ribuan anak ini untuk bersekolah, silakan berdonasi dengan cara:

  1. Klik “BERI DONASI”;
  2. Masukan nominal donasi;
  3. Pilih bank (BNI Syariah/Mandiri/BCA/BRI);
  4. Dapatkan laporan melalui email.

Semoga setiap kebaikan yang kamu berikan dapat menjadi setitik harapan bagi mereka.

DISCLAIMER:

  1. Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk anak Yatim dan Dhuafa yang membutuhkan bantuan.
  2. Fundraising ini adalah bagian dari program Pendidikan Rumah Yatim yang berfokus dalam membantu anak Yatim dan Dhuafa agar dapat bersekolah.
  3. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi: Yusica (0822-9519-2142).

www.rumah-yatim.org

IG @ : rumahyatim

UPDATE #70
7 Desember 2019

Anak Yatim dan Dhuafa Berprestasi di Antasan Besar Dapat Beasiswa Rumah Yatim


Bantuan beasiswa prestasi bagi anak yatim dan dhuafa kembali disalurkan Rumah Yatim Area Kalimantan, Kamis (5/12). Kali ini, lima anak yatim dan dhuafa yang memiliki prestasi akademik dan nonakademik di Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, mendapat bantuan tersebut.

Sebelumnya seluruh penerima manfaat tersebut merupakan rekomendasi PKH Dinsos Banjarmasin. Penerima manfaat juga saat ini sedang menjalani pendidikan di tingkat dasar dan menengah pertama. Kegiatan ini pula dilakukan dengan cara door to door agar mengetahui secara langsung kondisi anak.

"Kami cari anak-anak yatim dan dhuafa yang berpestasi dan juga sangat membutuhkan bantuan," tutur Ricky Setiawan, Relawan Rumah Yatim Kalimantan.

Menurutnya, seluruh anak yang menerima beasiswa kondisinya sangat memprihatinkan secara ekonomi. Namun, kegigihan dalam belajar dan meraih prestasi ditorehkan oleh tiap anak. Bahkan, di antaranya anak tersebut hanya tinggal berdua dengan sang ibu.

"Tidak lepas dari target kami, memberikan beasiswa ini kepada mereka yang kurang mampu tapi memiliki nilai lebih dari segi prestasinya," ujarnya.

Karena, sambung Ricky, beasiswa ini pula sebagai bentuk apresiasi atas raihan sejumlah prestasi yang didapatkan oleh anak. Selain itu, ia berharap anak-anak tersebut bisa terus berjuang dalam menjalani sekolah dan mempertahankan prestasinya. Bantuan ini pula, diharapkan bisa meringankan beban orangtua anak.

"Ini sebagai dukungan dan apresiasi kami agar anak lebih semangat, dan bisa dikatakan suatu modal untuk ke depannya lebih mandiri dan bisa memutus rantai kemiskinan dengan kepintarannya," jelas Ricky.

UPDATE #69
5 Desember 2019

Siswa Yatim Berprestasi SD Pekauman 2 Terima Beasiswa Rumah Yatim

Sejumlah anak didik dari SD Pekauman 2, Jalan Kelayan Gang Setia Rahman, Kelurahan Pekaum, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, mendapat bantuan beasiswa prestasi dari Rumah Yatim Area Kalimanan, Selasa (3/12). Bantuan ini guna mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa agar tetap berprestasi.

Menurut pemaparan Relawan Rumah Yatim Area Kalimantan, Ricky Setiawan, sebanyak lima anak mendapatkan beasiswa tersebut. Seluruhnya hasil dari rekomendasi pihak sekolah. Selain itu, kondisi ekonomi keluarga anak pula menjadi pertimbangan tim relawan. "Kami salurkan kepada anak yang berprestasi," ujarnya.

Ricky mengungkapkan, orangtua anak pula rata-rata hanya sebagai buruh berjualan wadai (kue). Penghasilannya terkadang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, kata dia, di antaranya hanya serabutan dengan penghasilan tidak menentu. "Penghasilan orang tuanya pas-pasan, jadi layak untuk dibantu," ungkapnya.

Maka dari itu, kata dia, bantuan beasiswa prestasi ini diberikan agar anak yatim dan dhuafa tersebut bisa semangat dalam belajar dan sekolah. Apalagi untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya. Seperti untuk kebutuhan alat tulis, dan bekal harian anak.

 

www.donasionline.id

UPDATE #68
4 Desember 2019

Beasiswa Pendidikan Diberikan untuk Puluhan Anak Yatim Dhuafa di Simo Jawar

Rumah Yatim Cabang Surabaya beberapa hari yang lalu telah menyalurkan bantuan beasiswa bagi anak yatim dan dhuafa di Jalan Simo Jawar, Simomulyo, Sukomanunggal, Surabaya. Bantuan tersebut diberikan guna mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu yang ada di daerah tersebut.

Menurut pemaparan Relawan Rumah Yatim Cabang Surabaya, Agus Kurnia, sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa menerima bantuan tersebut. Latar belakangnya, kata dia, berasal dari keluarga kurang mampu namun berprestasi di sekolahnya. "Alhamdulillah penyaluran ini lancar, anak-anak terlihat senang menerimanya," ujarnya.

Agus menambahkan, bantuan beasiswa ini diberikan agar anak yatim dan dhuafa bisa mendapatkan kebutuhan pendidikannya. Khususnya guna membantu kebutuhan orangtua anak itu sendiri. Selain itu, ia berharap bantuan yang diberikan pula bisa membuat anak lebih semangat dalam bersekolah.

"Ini benar-benar membutuhkan bantuan, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin," ungkapnya.

 

www.donasionline.id

UPDATE #67
4 Desember 2019

Siswa Prasejahtera Berprestasi di SD Muhammadiyah 14 Dapat Beasiswa

Rumah Yatim Area Kalimantan menyalurkan bantuan beasiswa prestasi bagi anak yatim dan dhuafa di SD Muhammadiyah 14, di Jalan Kelayan A, Gang Antasari, Kelurahan Kelayan Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Selasa (3/12). Seluruh penerima manfaat merupakan dari kalangan kurang mampu namun berprestasi.

Relawan Rumah Yatim Area Kalimantan, Ricky Setiawan mengatakan, data penerima manfaat pula dibenarkan oleh Dinsos setempat. Sedikitnya sepuluh orang dari kalangan kurang mampu menerima manfaat tersebut. Ia juga mengungkapkan, anak-anak tersebut telah melalui rekomendasi pihak sekolah.

"Terlebih kami filter lagi dari kaum dhuafa ini kami salurkan kepada anak-anak yg berprestasi di sekolahnya," ungkap Ricky.

Bantuan beasiswa ini, sambung dia, agar anak tetap terpenuhi kebutuhan pendidikannya. Karena, orangtua anak saat ini hanya memiliki penghasilan yang pas-pasan. Kadang, kata dia, untuk membeli perlengkapan sekolah pula harus bersusah payah.

"Insya Allah selain memberikan semangat kepada anak-anak dhuafa ini, bisa membantu biaya pendidikannya," ujarnya.

 

www.donasionline.id

UPDATE #66
27 November 2019

Beasiswa Rumah Yatim Bantu Ringankan Kebutuhan Pendidikan Jihan



Senyum bahagia tidak terlepas dari Jihan, siswa kelas lima di salah satu sekolah dasar di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Kebahagiaan ini terpancar saat ia menerima beasiswa dari Rumah Yatim Asrama Kemang, Minggu (24/11) kemarin. 
 
Jihan merupakan anak yatim yang saat ini tinggal bersama ibu, kakak, dan neneknya. Sehari-hari ia hanya bisa membantu di rumahnya dan sekadar menyiapkan dagangan sang ibu. Maklum saja, untuk membiayainya sekolah, ibunya berjualan lontong yang dititipkan di beberapa warung.
 
Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Kemang, Asep Solihin, Jihan merupakan satu dari puluhan anak asuh binaan Rumah Yatim yang layak dibantu. Apalagi, statusnya yang yatim sudah sejak umur lima tahun. Bantuan yang diberikan ini, kata dia, untuk membantu kebutuhan pendidikannya. 
 
Asep berharap bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa sedikit mengurangi beban orangtua JIhan. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan dan sekolahnya sehari-hari. Karena, penghasilan ibunya tidak seberapa dan pas-pasan untuk kebutuhan harian saja.
 
"Kebutuhan sehari-hari mengandalkan penghasilan ibunya yang gak seberapa," ungkapnya.

 

UPDATE #65
27 November 2019

Beasiswa Rumah Yatim Bantu Ringankan Kebutuhan Pendidikan Jihan



Senyum bahagia tidak terlepas dari Jihan, siswa kelas lima di salah satu sekolah dasar di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Kebahagiaan ini terpancar saat ia menerima beasiswa dari Rumah Yatim Asrama Kemang, Minggu (24/11) kemarin. 
 
Jihan merupakan anak yatim yang saat ini tinggal bersama ibu, kakak, dan neneknya. Sehari-hari ia hanya bisa membantu di rumahnya dan sekadar menyiapkan dagangan sang ibu. Maklum saja, untuk membiayainya sekolah, ibunya berjualan lontong yang dititipkan di beberapa warung.
 
Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Kemang, Asep Solihin, Jihan merupakan satu dari puluhan anak asuh binaan Rumah Yatim yang layak dibantu. Apalagi, statusnya yang yatim sudah sejak umur lima tahun. Bantuan yang diberikan ini, kata dia, untuk membantu kebutuhan pendidikannya. 
 
Asep berharap bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa sedikit mengurangi beban orangtua JIhan. Terutama dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan dan sekolahnya sehari-hari. Karena, penghasilan ibunya tidak seberapa dan pas-pasan untuk kebutuhan harian saja.
 
"Kebutuhan sehari-hari mengandalkan penghasilan ibunya yang gak seberapa," ungkapnya.

 

UPDATE #64
26 November 2019

Beasiswa Rumah Yatim Bantu Ringankan Kebutuhan Sekolah Anak Yatim di Kemang

 
Puluhan anak yatim dan dhuafa mendapat bantuan beasiswa dari Rumah Yatim Kemang. Pembagian beasiswa dilakukan di Asrama Kemang, Jalan Kemang Utara No. 21, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (24/11). Beasiswa ini diberikan untuk mendukung pendidikan anak-anak tersebut.
 
Kepala Asrama Rumah Yatim Kemang, Asep Solihin mengatakan, penyaluran beasiswa ini dilakukan secara rutin setiap bulannya. Kemarin, beasiswa dhuafa tersebut diberikan kepada 40 anak yatim dan dhuafa. "Karena kondisi mereka ekonominya memprihatinkan," ujarnya.
 
 
Ia mengungkapkan, latar belakang anak sendiri merupakan siswa dari sejumlah tingkatan sekolah. Secara ekonomi memang kurang, namun semangat belajar dan sekolah anak-anak tersebut sangat tinggi. Karena itu, kata dia, beasiswa ini diberikan untuk sedikit membantu kebutuhan sekolahnya.
 
"Dari kalangan kurang mampu terutama yatim, harapannya ini bisa membantu meringankan kebutuhan mereka," jelasnya.

 

UPDATE #63
25 November 2019

Puluhan Anak Yatim Dhuafa di Pekayon Dapat Beasiswa Rumah Yatim



Pendidikan merupakan hak seluruh anak yang ada di Indonesia. Namun, keterbatasan ekonomi terkadang menjadi hambatan utama keran pendidikan mengalami keterhambatan. Hal ini pula terjadi kepada anak yatim dan dhuafa yang tinggal di sekitaran Rumah Yatim Pekayon, Jalan Raya Pekayon No. 45, Pekayon Jaya, Bekasi.
 
Guna menanggulangi hal tersebut, Rumah Yatim Pekayon memberikan bantuan pendidikan lewat program beasiswa dhuafa. Beasiswa ini diberikan kepada 20 anak yatim dan dhuafa dari tingkatan sekolah dasar. 
 
"Melihat dari latar belakang kehidupannya, mereka berhak untuk mendapat bantuan beasiswa ini," tutur Nisa Rahmayanti, Staf Front Office Rumah Yatim Pekayon, Jumat (22/11).

 
Nisa mengungkapkan, penerima manfaat merupakan anak-anak kurang mampu. Di antaranya pula terdapat anak yang sudah tidak lengkap orangtuanya. Selain itu, ketekunan dalam belajar dan sekolah menjadi hal lain bantuan ini diberikan.
 
"Sampai ada yang harus ikut bekerja dengan ibu atau bapaknya, karena ekonomi yang kurang memadai," tuturnya.
 
 
Namun demikian, ia berharap bantuan beasiswa ini bisa meringankan beban anak-anak walaupun tidak begitu besar. Akan tetapi, setidaknya bisa membantu kebutuhan pendidikan anak. Agar anak bisa terus bersemangat dalam sekolah dan belajar.
 
"Mudah-mudahan setiap bulannya Rumah Yatim selalu membantu mereka, dan semoga semakin banyak donatur maka semakin banyak yang terbantu pula," kata Nisa.

 

UPDATE #62
25 November 2019

Beasiswa Rumah Yatim Dorong Semangat Belajar Anak Yatim Dhuafa di Tambun

 
Beasiswa dhuafa kembali disalurkan Rumah Yatim Cabang Tambun kepada puluhan anak yatim dan dhuafa. Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Kas Tambun, Jalan Raya Jatimulya No. 23 RT 005 RW 006 Tambun Selatan, Bekasi, Kamis (21/11) lalu.
 
Menurut pemaparan Person In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Darpini, bantuan yang diberikan untuk membantu pendidikan anak-anak kurang mampu yang ada di sekitar kantor kas Rumah Yatim. Sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa mendapatkan bantuan beasiswa dhuafa ini.
 
 
"Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini sangat membantu semangat belajar anak-anak," ujarnya.
 
Daripini mengungkapkan, besar kecilnya bantuan bukan ukuran untuk memberikan kebahagiaan dan semangat kepada anak-anak. Namun, lebih dari itu anak yatim dan dhaufa yang ada bisa terus bersemangat bersekolah. Karena, tidak sedikit dari anak-anak tersebut kekurangan dalam pemenuhan pendidikannya.
 
 
"Untuk penambah semangat dalam pendidikannya, tidak begitu besar tapi sangat berarti untuk anak yatim dan dhuafa," ungkapnya.
 
Ia berharap, bantuan ini pula bisa meringankan beban kebutuhan anak dalam pendidikan. Bantuan ini pula diberikan rutin setiap bulannyaa agar lebih baik dan bisa meraih apa yang dicita-citakannya.

 

UPDATE #61
11 November 2019

Beasiswa Pendidikan Rumah Yatim Dukung Oktaviani Meraih Cita-cita


Tidak ada kata lelah yang tersirat dari Oktaviani (15). Sejak dini hari hingga malam ia melakukan pekerjaan layaknya ibu rumah tangga. Hal itu dilakukannya sejak sang ibu meningggal dunia sekitar dua tahun silam lamanya. Oktaviani merupakan anak sulung yang saat ini harus menjadi sosok ibu bagi adiknya.

Tinggal di rumah berdindingkan bilik serta beralaskan tanah, Oktaviani hidup bersama adik dan ayahnya. Sehari-hari pula ia berusaha melakukan pekerjaan rumah di samping kegiatan sekolah pribadinya. Terkadang, waktu luangnya dihabiskan untuk di rumah.

Menurut Oktaviani, hal itu dilakukannya dengan senang dan ingin meringankan ayahnya. Apalagi, sang ayah sudah lelah dengan pekerjaan sebagai buruh serabutan. Ia mengungkapkan, sampai saat ini hampir seluruh pekerjaan rumah ia kerjakan.

"Senang bisa bantu bapak, karena ingin meringankan bebannya," tutur Oktaviani.

Saat ini, dia sedang menempuh pendidikan di SMP Karya Utama. Duduk di kelas IX membuat Oktaviani harus lebih berusaha. Kekurangan ekonomi, menjadi salah satu hambatannya. Terkadang beberapa kebutuhan pendidikannya belum terpenuhi akibat keterbatasan ekonomi.

Namun, sambung Oktaviani, saat ini ia merupakan salah satu penerima bantuan beasiswa pendidikan dari program Rumah Yatim. Beasiswa yang diterimanya tersebut dipergunakan untuk kebutuhan sekolah dan pendukung belajarnya. "Cita-cita saya ingin menjadi bidan, kalau gak perawat," ungkapnya.

UPDATE #60
8 November 2019

Rumah Yatim Bantu Biaya Pendidikan 537 Anak di Yogyakarta

 
Rumah Yatim Cabang Yogyakarta menyalurkan beasiswa bagi 537 anak yatim di seluruh wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung sejak 2 November hingga 8 November 2019. Bantuan ini untuk mendukung anak-anak dalam meraih cita-cita lewat pendidikan yang layak.
 
Kepala Asrama Rumah Yatim Yogyakarta, Arifin mengatakan, seluruh penerima manfaat dari tingkatan sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas. Kondisi penerima manfaat pula merupakan dari kalangan prasejahtera dan yatim.
 
 
“Beasiswa ini kita salurkan kepada anak-anak yatim yang masih sekolah, guna meringankan beban pendidikannya dan beban kesehariannya. Kita berikan langsung ke rumah-rumahnya dengan membagi beberapa tim,” tuturnya.
 
Arifin mengungkapkan, seluruh anak memang benar dari keluarga prasejahtera. Apalagi, kondisi ekonomi keluarganya jauh dari kata cukup. Hal itu disebabkan karena keluarga tidak memiliki penghasilan yang tetap. Saat ini, kata dia, keluarga rata-rata bekerja sebagai buruh.
 
 
Kendati demikian, ia berharap bantuan beasiswa dhuafa yang disalurkan oleh Rumah Yatim ini bisa menunjang kebutuhan anak, khususnya pendidikannya. Agar, anak semakin semangat untuk belajar dan sekolah. Selain itu, agar orangtua anak tetap bersemangat.
 
“Mereka jadi lebih giat lagi untuk belajar, dan mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban pendidikan mereka,” pungkasnya.

 

UPDATE #59
6 November 2019

Siswa Yatim Berprestasi di SMPN 2 Minas Terima Bantuan Rumah Yatim


Rumah Yatim Cabang Riau kembali menyalurkan bantuan yatim berprestasi di SMPN 2 Minas, Jalan Montikato, Desa Mandi Angin, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau. Sedikitnya tiga siswa menerima bantuan tersebut pada Rabu (30/10) kemarin.

"Mereka merupakan anak yatim yang berasal dari ekonomi rendah dan pekerjaan ibu dari anak-anak tersebut tidak menetap, ada yang sebagai buruh karet dan berkebun," papar Relawan Rumah Yatim, Rista.

Kendati demikian, lanjutnya, hal tersebut tidak menyurutkan semangat belajar dari ketiga anak-anak tersebut. Hal itu dibuktikan oleh prestasi yang selalu meningkat, mereka selalu mendapatkan juara di kelasnya masing-masing.

"Hal tersebut yang membuat Rumah Yatim memberikan bantuan yatim berprestasi, sebagai bentuk apresiasi agar mereka terus semangat dalam mencari ilmu," tuturnya.

UPDATE #58
25 Oktober 2019

Guru di MI Nahdlatul Abror NW Dapat Santunan Dai Rumah Yatim

 
Sejumlah guru non-PNS di Madrasah Ibtidaiyah (MI )Nahdlatul Abror NW, mendapat santunan dai dari Rumah Yatim Cabang Mataram, Rabu (23/10) lalu. Santunan ini diberikan di Dusun Nyangget, Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, NTB. Bantuan itu diserahkan kepada empat guru atas dedikasinya yang tinggi dalam mendidik siswa prasejahtera.
 
Kepala Cabang Rumah Yatim Mataram, Amir Sumarna menuturkan, kondisi para guru ini secara ekonomi, prasejahtera. Mereka mengajarkan ilmu agama maupun ilmu pengetahuan lainnya kepada anak-anak setempat tanpa pamrih. Bahkan, para guru itu diupah hanya sukarela.

 
Atas kondisi itu, bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hariannya. “Para guru ini rata-rata tidak mampu, dan orang gak punya. Mereka betul-betul ikhlas mengajar siswa-siswa. Walaupun gajinya cuma alakadarnya,” jelasnya.
 
Menurutnya, mereka mengajar tentang ilmu agama, agar para siswa memiliki pondasi agama yang kuat. Upah yang diterima dalam mensyiarkan Islam tak sebanding dengan jerih payahnya. Meski demikian, mereka tetap ikhlas dan semangat demi menambah wawasan para siswa.
 
 
Kendati demikian, kata dia, para guru ini perlu diberi dukungan dan apresiasi terus menerus supaya mereka terus semangat dan giat mensyiarkan ilmu agama. Tanpa ketulusannya, anak-anak tidak akan tahu cara shalat yang benar, mengenal Alquran dan mengenal tentang Islam.

 

UPDATE #57
18 Oktober 2019

Bantuan Biaya Pendidikan Diberikan Bagi 100 Siswa di SDN
Jatilawang 01

Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan biaya pendidikan kepada ratusan siswa prasejahtera di SDN Jatilawang 01, Kabupaten Tegal, pada Rabu (16/10) kemarin. Program bantuan bertajuk beasiswa dhuafa itu telah diberikan kepada 100 yatim dan dhuafa untuk menunjang kebutuhan pendidikannya.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman mengungkapkan, bantuan ini diserahkan karena kondisi latar belakang ratusan siswa ini tidak mampu. Diketahui, keterbatasan yang ada membuat para orangtua tidak bisa memenuhi kebutuhan biaya pendidikan siswa.

Padahal para siswa itu begitu semangat menjalani pendidikannya meskipun di tengah himpitan ekonomi. “Bantuan ini bisa mereka gunakan untuk beli seragam, alat sekolah lainnya atau uang jajan. Mereka sangat butuh sekali bantuan pendidikan seperti ini,” paparnya.

Kendati demikian, menurutnya, mereka perlu didukung terus agar tetap menjaga semangatnya dalam sekolah. Oleh karena itu, lewat bantuan ini, setidaknya bisa memertahankan semangat untuk ke depannya. Ia menambahkan, dalam setahun bantuan beasiswa pendidikan ini akan diberikan sebanyak tiga kali bagi 300 anak dan untuk tahap awal baru 100 anak.

 

Adanya bantuan ini, Jajang berharap dapat memotivasi anak-anak untuk terus belajar dengan giat dalam meraih cita-citanya. Serta diharapkan dapat membantu meringankan beban permasalahan ekonomi keluarganya.

UPDATE #56
11 Oktober 2019

Rumah Yatim Bantu Kebutuhan Siswa Yatim dan Dhuafa SMP
Karya Utama

Bantuan beasiswa pendidikan diberikan Rumah Yatim Cabang Lampung untuk puluhan siswa SMP Karya Utama di Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.
Beasiswa tersebut diberikan kepada anak yatim dan dhuafa yang berprestasi.

Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Herman mengungkapkan, seluruh penerima manfaat beasiswa sebanyak 37 anak. Bantuan ini, kata dia, diberikan untuk memberikan perhatian kepada anak yatim dan dhuafa yang berprestasi. Karena, tidak sedikit dari anak tersebut kurang dukungan pendidikan karena faktor ekonomi keluarga.

"Pada dasarnya beasiswa ini untuk menunjang kebutuhan pendidikan mereka," ujar Herman, Rabu (9/10).
Ia menungkapkan, bantuan beasiswa pula untuk meringankan beban keluarga anak.

Apalagi, hampir sebagian besar orangtua anak di daerah tersebut hanya bekerja sebagai buruh harian lepas dan tani. Penghasilannya pula terkadang hanya cukup untuk keseharian saja. "Membantu meringankan beban kebutuhan mereka," kata Herman.

UPDATE #55
11 Oktober 2019

Rumah Yatim Beri Beasiswa untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Tanjung Karang

Beasiswa prestasi diberikan Rumah Yatim Cabang Lampung kepada sejumlah anak yatim dan dhuafa yang duduk di bangku sekolah. Bantuan ini diberikan di Asrama Putri, Jalan Wolter Monginsidi No. 45, Gotong Royong, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu (9/10).

Relawan Rumah Yatim Cabang Lampung, Dwi Apriana, seluruh penerima manfaat beasiswa kemarin merupakan anak asuh nomukim yang memiliki prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Sebanyak delapan anak, kata dia, yang duduk di bangku sekolah mendapatkan beasiswa tersebut. "Diberikan guna membantu meringankan pendidikan mereka," tutur Dwi.

Ia mengungkapkan, bantuan beasiswa prestasi ini juga untuk memberikan semangat kepada anak yatim dan dhuafa. Walaupun, kata dia, anak-anak yang kurang beruntung tetapi bisa tetap berprestasi seperti anak pada umumnya. Bantuan ini juga diharapkan bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

"Semoga dengan adanya program beasiswa prestasi ini dapat meringankan bantuan pendidikan anak yang kurang mampu, agar lebih berprestasi kembali," tuturnya.

UPDATE #54
11 Oktober 2019

Rumah Yatim Beri Beasiswa untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Tanjung Karang

Beasiswa prestasi diberikan Rumah Yatim Cabang Lampung kepada sejumlah anak yatim dan dhuafa yang duduk di bangku sekolah. Bantuan ini diberikan di Asrama Putri, Jalan Wolter Monginsidi No. 45, Gotong Royong, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu (9/10).

Relawan Rumah Yatim Cabang Lampung, Dwi Apriana, seluruh penerima manfaat beasiswa kemarin merupakan anak asuh nomukim yang memiliki prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Sebanyak delapan anak, kata dia, yang duduk di bangku sekolah mendapatkan beasiswa tersebut. "Diberikan guna membantu meringankan pendidikan mereka," tutur Dwi.

Ia mengungkapkan, bantuan beasiswa prestasi ini juga untuk memberikan semangat kepada anak yatim dan dhuafa. Walaupun, kata dia, anak-anak yang kurang beruntung tetapi bisa tetap berprestasi seperti anak pada umumnya. Bantuan ini juga diharapkan bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

"Semoga dengan adanya program beasiswa prestasi ini dapat meringankan bantuan pendidikan anak yang kurang mampu, agar lebih berprestasi kembali," tuturnya.

UPDATE #53
10 Oktober 2019

Dorong Semangat Puluhan Anak Yatim Dhuafa, Rumah Yatim
Beri Beasiswa

Memberikan perhatian atas pendidikan anak yatim dan dhuafa terus dilakukan oleh Rumah Yatim Cabang Lampung. Salah satunya, melalui bantuan beasiswa pendidikan untuk puluhan anak yatim dan dhuafa di SMP Satap 2 Air Naningan pekan kemarin.

Seluruh anak penerima beasiswa merupakan siswa yang saat ini sedang duduk di kelas VII hingga IX. Sedikitnya, dari tiga tingkatan tersebut sebanyak 79 siswa mendapatkan beasiswa pendidikan dari Rumah Yatim.

 

"Mereka semua hasil prioritas dari sekolah dan berprestasi," tutur Herman, Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Rabu (9/10).

Ia mengungkapkan, beasiswa pendidikan ini untuk membantuk kebutuhan anak. Khususnya bagi anak yatim dan dhuafa yang berprestasi agar tetap semangat belajar. "Bisa membantu meringankan beban kebutuhan pendidikan mereka," ujarnya.

Selain memberikan bantuan pendidikan bagi siswa SMP Satap 2 Air Naningan, Rumah Yatim Cabang Lampung pula memberikan santunan kepada belasan guru honorer di sekolah tersebut. Hal itu merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi para pengajar.

UPDATE #52
30 September 2019

Beri Semangat Siswa SMPIT Daarut Taqwa, Beasiswa Prestasi Disalurkan Rumah Yatim

Bukan hanya sekadar wacana dalam membenahi pendidikan yang ada di Indonesia. Hingga kini, Rumah Yatim terus menjangkau anak-anak generasi bangsa lewat sejumlah bantuan. Salah satunya ialah beasiswa prestasi yang diberikan melalui Rumah Yatim Cabang Pekayon kepada siswa di SMPIT Daarut Taqwa di Jalan Kemandoran, Pekayon, Bekasi Selatan, Rabu (25/9) kemarin.

Menurut relawan Rumah Yatim, Eka Khilmiati, seluruh penerima beasiswa di sekolah tersebut sebanyak 24 anak. Mulai dari tingkatan kelas satu hingga tiga. Anak-anak tersebut pula diambil dari prestasi akademik yang didapatkannya selama di sekolah.

"Tentu saja diberikan kepada anak-anak yang berprestasi, khususnya di akademik dari tingkat pertama," papar Eka.

Ia mengungkapkan, penyerahan beasiswa prestasi ini juga untuk membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan anak yatim dan dhuafa. Karena tidak sedikit dari penerima manfaat dari kondisinya perlu dibantu. Agar, kata dia, anak-anak tersebut tetap bersemangat untuk sekolah. "Supaya tetap belajarnya rajin, gak males-malesan," ujarnya.

UPDATE #51
30 September 2019

Beasiswa Dhuafa Rumah Yatim Rutin Diberikan pada
Siswa SDN 2 Bukateja

Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan biaya pendidikan kepada sejumlah siswa prasejahtera di SDN 2 Bukateja, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Senin (23/9) lalu. Bantuan tersebut merupakan realisasi dari program ‘beasiswa dhuafa’ yang rutin diberikan setiap bulannya.

Hal ini dilakukan Rumah Yatim untuk membantu menunjang kebutuhan pendidikan siswa prasejahtera. Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman menyebutkan, sebanyak sepuluh siswa telah mendapat bantuan tersebut secara rutin. Karena kondisi dari para siswa itu memang hidup di garis kemiskinan.

Tim relawan mendapat informasi itu dari staf Tata Usaha (TU) sekolah tersebut. “Alhamdulillah kita dapat info dari staf TU, meskipun sekolahnya negeri, tapi siswanya banyak yang kurang mampu. Akhirnya kita bantu siswa di sana,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun di tengah keterbatasan, para siswa ini tetap semangat dalam belajarnya. Oleh karena itu, agar anak-anak tersebut bisa terus semangat, maka perlu  dukungan dari berbagai pihak. Lewat bantuan ini, Rumah Yatim berupaya terus mendukung semangat anak-anak agar menjadi generasi yang berprestasi.

Jajang juga mengatakan, mata pencaharian orangtua siswa hanya sebagai buruh serabutan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya, seperti membeli buku atau iuran lainnya terkadang sulit terpenuhi. Kendati demikian, ia berharap bantuan ini dapat meningkatkan kembali semangat anak-anak dalam belajarnya.

UPDATE #50
28 September 2019

Rumah Yatim Salurkan Paket Bantuan Pendidikan di Pulau Misol

Pada Rabu (25/9) lalu, anak-anak yatim dan dhuafa yang belum memiliki jaminan pendidikan di Pulau Misol, Dauh Puri Kauh Denpasar, menerima 10 paket perlengkapan sekolah. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Bali.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Bali, Yana, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Rumah Yatim. Serta untuk mendukung pendidikan anak-anak yang kurang mampu. "Karena penghasilan orangtua mereka tidak tetap," paparnya.

Kendati demikian, lanjutnya, meskipun anak-anak di sana tidak memiliki perlengkapan sekolah yang lengkap. Namun anak-anak di desa tersebut memiliki semangat belajar yang tinggi.

Ia berharap, adanya bantuan tersebut sedikitnya dapat membantu serta memberikan semangat yang lebih tinggi bagi anak-anak di sana. "Semoga bantuan kecil dari kami untuk anak-anak di sana dapat meningkatkan semangat belajar demi masa depan kelak yang lebih baik," harapnya.

UPDATE #49
27 September 2019

Rumah Yatim Bantu Ringankan Beban Pendidikan Siswa MI Nurul Iman

"Agar mereka dapat termotivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasinya," ujar Eka Khilmiati, saat memberikan keterangan perihal tujuan diberikannya beasiswa prestasi kepada belasan siswa di Masdrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Iman di Jalan Sersan Marzui, Pekayon, Bekasi Selatan, Selasa (24/9).

Menurut Eka, seluruh penerima beasiswa tersebut layak diberikan apresiasi karena semangat belajarnya tinggi. Sedikitnya sebanyak 15 anak mendapat beasiswa Rumah Yatim kali ini. Sejumlah anak pula dari latar belakang keluarga kurang mampu.

"Kami juga mengunjungi langsung sekolahnya dan berkoordinasi sebelumnya dengan pihak sekolah," tutur Eka.

Ia menyampaikan, bantuan beasiswa prestasi yang diberikan Rumah Yatim ini untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak. Terutama dapat memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolahnya. Lewat bantuan ini pula, kata dia, bisa memberikan semangat yang lebih besar lagi kepada para anak.

Di sisi lain, ia berharap bantuan beasiswa yang diberikan Rumah Yatim senantiasa bermanfaat dan meringankan beban orangtua anak. Ke depannya, ia pula berharap Rumah Yatim terus menebarkan kebaikan kepada lebih banyak siswa di sekolah dan tempat lainnya. "Benar, ini upaya untuk meringankan biaya sekolahnya," jelas Eka.

UPDATE #48
26 September 2019

Bantuan Biaya Pendidikan Dibagikan Rumah Yatim pada 30
Siswa MI Sadawangi

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 30 siswa prasejahtera Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sadawangi, Desa Sadawangi, Kabupaten Majelengka, pada Minggu (21/9) lalu. Bantuan diberikan dalam bentuk beasiswa dhuafa yang akan rutin diberikan setiap bulannya.

Hal tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan mereka. Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, penyerahan bantuan ini juga karena melihat semangat belajar anak-anak yang begitu tinggi. Hal itu terlihat saat mereka harus menempuh dua kilometer perjalanan dari rumah ke sekolah dengan berjalan kaki.

Selain itu, mereka juga begitu aktif menghafal Alquran. Namun di lain sisi, mereka juga membutuhkan dukungan finansial untuk keberlangsungan pendidikannya. “Kita lihat semangat anak-anak begitu luar biasa, seperti tahfidznya mereka aktif. Tapi di tengah keterbatasan itu, mereka juga butuh dukungan kita,” ungkapnya.

Oleh karena itu, bantuan ini sebagai upaya Rumah Yatim mendukung semangat anak-anak agar tidak putus asa. Mengingat orangtua mereka berlatar belakang tidak mampu. Hal itu sempat membuat anak-anak tersebut kesulitan mendapat biaya pendidikan untuk kebutuhan sekolahnya.

Kendati demikian, Solehudin berharap bantuan ini, dapat meringankan beban permasalahan ekonominya. Serta diharapkan bantuan ini dapat menjadi penyemangat baru bagi anak-anak untuk memulai merancang masa depan.

UPDATE #47
24 September 2019

Rumah Yatim Kurangi Beban Kebutuhan Harian Ratusan
Mustahik Cikeusik

Ratusan paket sembako disalurkan Rumah Yatim Regional Jabodetabek untuk masyarakat prasejahtera di Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Minggu (22/9) kemarin. Kegiatan tersebut merupakan bentuk realisasi zakat, infak, dan sedekah kepada Rumah Yatim.

Menurut relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Rusmanto, seluruh penerima manfaat dari keluarga prasejahtera dan mayoritas di antaranya pula lansia dhuafa. Bantuan sembako ini, kata dia, disalurkan di sejumlah titik karena kondisi penerima manfaat yang tidak memungkinkan.

"Insya Allah apa yang kami berikan merupakan amanah dari donatur untuk mereka yang berhak," ujarnya.

Penerima manfaat bantuan sembako tersebut sebanyak 155 mustahik. Menurut Rusmanto, daerah tersebut termasuk wilayah dengan angka perekonomian rendah. Oleh karena itu, bantuan sembako diberikan agar masyarakat bisa terpenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Ia berharap, bantuan sembako tersebut bisa menjadi penyambung kebutuhan harian masyarakat. Khususnya, untuk mengurangi beban pengeluarannya. Agar, kata dia, bisa dipergunakan untuk kebutuhan lainnya di luar itu. "Mudah-mudahan bisa membantu kebutuhan beberapa hari ke depan," tutur Rusmanto.

UPDATE #46
21 September 2019

Rumah Yatim Bantu Biaya Pendidikan 35 Anak Prasejahtera
di Malingping

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 35 anak prasejahtera di Kampung Malingping, Desa Mande, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, pada Kamis (19/9) lalu. Bantuan ini merupakan realisasi dari program Rumah Yatim bertajuk ‘Beasiswa Dhuafa’. Hal ini dalam rangka membantu mereka yang membutuhkan dukungan terkait bantuan pendidikan.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, penerima manfaat ini adalah anak yatim yang memiliki berlatar belakang dari keluarga tidak mampu, sehingga layak untuk dibantu. Selain itu, bantuan rutin ini juga untuk menunjang kebutuhan pendidikan mereka, seperti membeli alat tulis atau perlengkapan sekolah lainnya.

“Anak-anak ini layak dibantu, karena penerima manfaatnya memang yatim semua yang perlu kita bantu," tuturnya.

Ia mengungkapkan, bantuan ini juga untuk mendukung kebutuhan pendidikannya agar terus semangat menjalani pendidikan. Menurutnya, bantuan ini layak diberikan kepada anak-anak tersebut, karena mata pencaharian orangtuanya hanya sebagai buruh tani dan kuli musiman. Sehingga penghasilannya sangat pas-pasan untuk kebutuhan makan sehari-hari. 

Kendati demikian, adanya bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban permasalahan ekonomi para orangtua dalam membiayai anak-anaknya. Karena setiap anak berhak mendapat sarana pendidikan yang layak.

UPDATE #45
20 September 2019

Rumah Yatim Mataram Wujudkan Keinginan Riyan untuk Bersekolah

Riyan (8) bocah yatim piatu ini merupakan salah satu anak Indonesia yang memiliki nasib kurang beruntung. Ia tidak bisa sekolah, lantaran tidak adanya biaya untuk membeli peralatan sekolah. Padahal keinginannya untuk sekolah cukup tinggi. Kini Rumah Yatim Cabang Mataram telah mewujudkan keinginannya untuk bisa bersekolah, di sebuah MI Lombok Tengah.

Rabu (18/9) kemarin, tim Rumah Yatim Mataram mendampingi Riyan ke sebuah sekolah berbasis Islam di daerah Teratak, Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, untuk mendaftarkan dirinya agar bisa menempuh pendidikan dasar. Dalam hal ini, Rumah Yatim membiayai seluruh kebutuhan pendidikannya. Mulai dari seragam hingga biaya uang saku lainnya.

“Kita antar dan dampingi dia langsung ke sekolah. Karena mulai Rabu (18/9) ini kan dia masuk sekolah di kelas 1. Jadi kita coba biayain supaya dia bisa sekolah. Papunya (neneknya) kan sudah tua, kasian kalau tidak sekolah, bagaimana masa depannya nanti,” jelas Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim Mataram.

Dari pantauan tim relawan, seharusnya Riyan sudah kelas 3 SD, namun karena Papunya melarang untuk sekolah. Hal itu karena tidak ada biaya, terpaksa anak laki-laki tersebut menguburkan harapannya. Ia mengatakan, sebetulnya Riyan hendak dibawa ke asrama. Agar mendapat kehidupan yang layak namun papunya menolak. Oleh karena itu, Rumah Yatim hanya bisa membantu dari segi pendidikan.

Menurut Amir, pendidikan adalah hal yang penting bagi anak-anak. Karena lewat pendidikan ini bisa mengubah perilaku dan sikap menjadi lebih baik. Bahkan bisa mengubah taraf dan kualitas hidupnya di masa depan. Untuk ke depannya, sambung dia, Riyan akan rutin diberikan bantuan program ‘ATM Mustahik’ demi keberlangsungan kebutuhan pendidikannya agar bisa terus sekolah.

“Alhamdulillah kita bisa wujudkan keinginannya untuk bisa sekolah. Semoga lewat bantuan ini, Riyan bisa memiliki jaminan pendidikan untuk masa depannya,” pungkasnya.

UPDATE #44
19 September 2019

Bantuan Pendidikan Diberikan Bagi 100 Anak Prasejahtera di Babakan Surabaya

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 100 anak prasejahtera di Desa Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, pada Sabtu (14/9) lalu. Bantuan yang diberikan berupa bantuan uang saku pendidikan untuk digunakan sebagai uang jajan anak-anak tidak mampu.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, masyarakat di lingkungan tersebut kebanyakan pendatang dari luar Kota Bandung, dengan kondisi ekonomi hidup di garis kemiskinan. Para orangtuanya berpenghasilan, tapi tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anaknya, termasuk uang saku sehari-hari.

“Anak-anak ini termasuk anak yang kurang beruntung, dan uang jajan dari orangtuanya pun hanya seadanya, karena para orangtuanya hanya berpenghasilan pas-pasan,” ungkapnya.

Menurutnya, anak-anak ini membutuhkan dukungan dari berbagi pihak, agar bisa terus semangat menjalani pendidikannya. Meskipun bantuan yang diberikan tidak begitu besar, sedikitnya dapat meringankan beban permasalahan ekonomi orangtuanya selama beberapa minggu ke depan. Oleh karena itu, adanya bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut.

Ia menambahkan, belum ada lembaga lain yang memberikan bantuan serupa kepada masyarakat setempat termasuk anak-anak. Sehingga kedatangan tim relawan pun disambut antusias dan gembira oleh anak-anak maupun warga sekitar.

“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa mnembantu warga tidak mampu, walaupun gak banyak, tapi bisa dirasakan manfaatnya,” pungkas Solehudin.

UPDATE #43
18 September 2019

Bantuan Biaya Pendidikan Diberikan Rumah Yatim
Bagi Anak di Rancakamurang

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali memberikan bantuan biaya pendidikan kepada sejumlah anak prasejahtera di Kampung Rancakamurang RT 02 RW 08, Desa Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Program bantuan bertajuk beasiswa dhuafa itu telah diberikan kepada 50 yatim dan dhuafa untuk menunjang kebutuhan pendidikannya.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin mengungkapkan, bantuan ini diberikan kepada anak-anak di pinggiran sungai yang aktif menghafal Alquran, sehingga membutuhkan dukungan finansial untuk melanjutkan pendidikannya. Lewat bantuan ini juga untuk mendukung semangat anak-anak agar tidak putus asa untuk terus belajar tahfidz.

“Jadi anak-anak ini pada aktif belajar tahfidznya. Maka dari itu, kita coba bantu biaya pendidikannya, karena kan mereka termasuk tidak mampu," ungkapnya.

Bahkan diketahui, ada sebagian anak yang sudah menghafal tujuh juz Alquran. Minimnya biaya pendidikan dari orangtua yang berlatar belakang tidak mampu, sempat membuat anak-anak tersebut kesulitan mendapat biaya pendidikan untuk kebutuhan sekolahnya. Oleh karena itu, bantuan ini akan rutin diberikan  setiap bulannya.

Adanya bantuan ini, Solehudin berharap dapat memotivasi anak-anak untuk terus belajar dengan giat dalam meraih cita-citanya. Serta diharapkan dapat membantu meringankan beban permasalahan ekonominya.

“Semoga anak-anak semangat belajar ilmu agama dan mudah-mudahan bermanfaat,” pungkasnya.

UPDATE #42
11 September 2019

Rumah Yatim Dukung Pendidikan Ratusan Anak Kota
Bandar Lampung

Beberapa waktu yang lalu, Rumah Yatim Cabang Lampung telah menyalurkan bantuan uang saku pendidikan kepada ratusan anak di Dea Way Ilahan dan dua di antaranya dari Kelurahan Kebun Jeruk, Kota Bandar Lampung. Bantuan tersebut untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak, khususnya bekal hariannya.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Herman, seluruh penerima manfaat merupakan dari keluarga kurang mampu. Namun semangat yang tinggi untuk sekolah menjadi alasan lain diberikannya bantuan tersebut. Seluruh penerima manfaat bantuan uang saku pendidikan kali ini sebanyak 130 anak.

"Mereka dari keluarga prasejahera, ini merupakan bentuk dukungan pendidikan dari kami untuk mereka," tutur Herman, saat memberikan keterangan, Selasa (10/9).

Pemberian bantuan uang saku pendidikan ini pula disambut antusias baik oleh anak maupun pihak sekolah dimana mereka bersekolah. Pemberian bantuan ini juga, kata Herman, untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak.

Ia berharap, bantuan uang saku pendidikan ini bisa mendukung kebutuhan harian anak. Khususnya dalam melengkapi kebutuhan sekolahnya. Terutama, sambung Herman, dapat meringankan beban pengeluaran orangtua atau wali anak itu sendiri. "Mudah-mudahan bisa membantu," tuntasnya.

UPDATE #41
9 September 2019

Akbar Diboyong Ke Asrama Mataram Agar Dapat Pendidikan Layak

Tanpa kasih sayang ibu dan bapak, terlebih tidak ada jaminan pendidikan untuk masa depannya. Jum’atul Akbar (9) yang berasal dari Dusun Sekotong, Kabupaten Lombok Barat hidup di bawah garis kemiskinan bersama neneknya. Atas kondisi itu, Rumah Yatim Cabang Mataram NTB memboyong dia ke Asrama Mataram untuk mendapat kehidupan dan pendidikan yang layak demi masa depannya.

Sejak awal Ramadhan 2019 lalu, pertama kali bagi Akbar -sapaan akrabnya menginjakkan kaki di asrama. Pengurus Asrama Mataram, Salma Hasanah menjelaskan, setahun yang lalu dari Rumah Yatim pernah diminta bantuan oleh kemitraan untuk pengobatan Akbar.

Hal tersebut karena ia pernah ditabrak ketika pulang Jumatan. Akhirnya tim relawan melakukan survei, ternyata kakinya bengkok. Kemudian ditawarkan untuk dibantu biaya operasinya.

Dari pihak keluarga menolak, karena ketakutan dan pola pikir yang masih tertinggal. Alhasil Rumah Yatim Mataram berinisiatif untuk memboyongnya ke asrama. Karena melihat kondisi Akbar yang tidak seberuntung anak-anak lain. Agar dia memiliki jaminan pendidikan untuk masa depannya.

“Ya sudah akhirnya gak jadi operasi, saya berharap anak ini jadi anak asuh Rumah Yatim. Alhamdulillah akhirnya kesampaian jadi anak asuh,” ungkapnya.

Menurut Salma, meskipun baru beberapa bulan tinggal di asrama, Akbar terlihat sangat gembira dan enjoy. Hal itu dikarenakan dirinya seperti menemukan keluarga baru, merasakan kehangatan, kebersamaan dan kasih sayang, yang selama ini tidak ia dapatkan dari orangtuanya.

Diketahui bahwa sang ayah telah meninggal dan sang ibu menikah lagi, namun Akbar diabaikan. Kini, anak laki-laki yang duduk di kelas 4 SDN 21 Cakranegara, Kota Mataram NTB itu dapat menikmati kehidupannya yang baru. Rumah Yatim akan terus berupaya memberikan pendidikan yang layak serta mewujudkan cita-cita Akbar di masa depan.

“Sebelumnya percobaan Ramadhan kemarin, Alhamdulillah anaknya betah. Anak ini tidak merasakan kasih sayang ibu dan bapaknya, disinilah (di asrama) dia bisa merasakan semuanya, bisa senang, dan ketawa. Di asrama dia bisa dapat keluarga baru, teman baru, dan ilmu baru,” pungkasnya.

UPDATE #40
5 September 2019

Rumah Yatim Bali Salurkan 13 Paket Pendidikan Di SD 3 Tuban 

Pada Sabtu (31/8) lalu, anak-anak yatim dan kurang mampu yang belum memiliki jaminan pendidikan di SD 3 Tuban, Dusun Kelan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali menerima 13 paket perlengkapan sekolah yang disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Bali.

Menurut relawan Rumah Yatim, Ni Wayan Ekayanti, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Rumah Yatim serta untuk mendukung pendidikan anak-anak yang kurang mampu. “Karena penghasilan orangtua mereka rata-rata sebagai pemulung,” ungkapnya.

Kendati demikian, lanjutnya, anak-anak di desa tersebut memiliki semangat belajar yang tinggi. Terbukti, setiap seminggu tiga kali mereka selalu mengikuti les dan setiap malam mereka belajar mengaji.

Ia berharap, adanya bantuan tersebut sedikitnya dapat membantu serta memberikan semangat yang lebih tinggi bagi anak-anak di sana. “Semoga bantuan kecil dari kami untuk anak-anak di sana dapat meningkatkan semangat belajar demi masa depan kelak yang lebih baik,” tuturnya.

UPDATE #39
2 September 2019

Rumah Yatim Beri Beasiswa Untuk 80 Anak Yatim Dan Dhuafa Beringin

“Kondisi mayoritas (kurang mampu) mereka cukup menjadi alasan untuk kita bantu,” kata Ami Rahmatika, relawan Rumah Yatim Jabodetabek, saat menceritakan alasan bantuan beasiswa dhuafa disalurkan bagi puluhan anak yatim dan dhuafa di Kantor Kas Beringin, Jalan Beringin Raya No. 94, Perum 1 Karawaci, Tangerang, Jumat (30/8).

Menurut Ami, anak-anak penerima manfaat beasiswa dhuafa dari Rumah Yatim ini memang dari keluarga kurang mampu. Setiap bulannya beasiswa ini pula dibagikan kepada anak asuh binaan Rumah Yatim di sekitaran Kantor Kas Beringin. Pada kesempatan kali ini, kata dia, sebanyak 80 anak menerima beasiswa.

“Pembagian ini kami bagikan secara bergantian setiap bulan kepada tiap anak yang berbeda pula,” paparnya.

Selain mendapatkan bantuan beasiswa, kata Ami, anak-anak binaan pula turut mengikuti Bimbel gratis di Rumah Yatim Beringin. Kedua program tersebut semata-mata untuk mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu yang berada di sekitaran kantor kas.

“Mudah-mudahan bisa sedikit membantu dalam semangat mereka agar selalu semangat dalam belajar,” ujarnya.

Ia berharap, bantuan beasiswa yang diberikan rutin ini diharapkan dapat berdampak positif bagi anak-anak. Agar, dapat belajar dengan baik dan meraih cita-citanya. Ke depannya, kata dia, supaya bisa merubah ekonomi keluarganya sendiri.

“Membuat mereka tidak patah semangat di tengah kondisi yang kurang berkecukupan semoga bukan alasan untuk berhenti belajar,” tutupnya.

UPDATE #38
30 Agustus 2019

Anak Yatim Dhuafa Di Pelosok Sidoarjo Terima Beasiswa Rumah Yatim

Anak yatim dan dhuafa di Cangkringan RT 12 RW 03 Desa Cangkringan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo menerima beasiswa dari Rumah Yatim Cabang Surabaya. Beasiswa tersebut diberikan guna mendukung pendidikan anak-anak dari kalangan kurang mampu yang berprestasi.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad YUsuf, santunan tersebut diberikan dalam bentuk tunai. Sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa menerima beasiswa tersebut.

“Karena di wilayah itu daerah terpencil di Sidoarjo jarang sekali ada bantuan ke sana,” tutur Agus.

Ia mengungkapkan, pemberian bantuan beasiswa tersebut dilakukan pada akhir pekan kemarin. Latar belakang anak penerima beasiswa ini juga merupakan dari keluarga kurang mampu. Di mana orang tua atau wali anak hanya bekerja sebagai buruh tani.

“Karena memang betul anak-anak yatim dan tidak mampu sama sekali,” ujarnya.

Ia berharap bantuan beasiswa dhuafa ini dapat menutupi kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut. Terlebih saat ini seluruhnya sedang bersekolah dan giat-giatnya belajar. Saat ini anak-anak itu berada di salah satu tempat milik warga sekitar.

“Di tampung di tempat Abah Ali selaku penanggung jawab anak-anak, selain dari sekitar, banyak juga yang dari luar Jawa, sengaja anak itu dititipkan sama keluarganya karena keterbatasan ekonomi,” ungkapnya.

UPDATE #37
28 Agustus 2019

Anak Yatim Dhuafa Tambun Terima Beasiswa Rumah Yatim

8e3e7f19-6a08-4d48-8434-0e926a082d86.jpg

Rumah Yatim Cabang Tambun telah memberikan dukungan pendidikan kepada puluhan anak yatim dan dhuafa lewat beasiswa. Bantuan beasiswa tersebut diberikan di Kantor Kas Rumah Yatim Tambun, Jalan Jatimulya Raya No. 23, Tambun Selatan, Bekasi.

Menurut pemaparan Penanggung Jawab kegiatan Darpini, penyaluran beasiswa tersebut terbilang rutin diberikan kepada sejumlah anak yatim dhuafa yang berprestasi. Hal itu untuk mendukung kegiatan sekolah dan belajar anak. Kemarin, kata dia, sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa menerima bantuan beasiswa tersebut.

“Alhamdulilah dengan adanya bantuan ini sangat membantu mendukung semangat belajar anak,” tutur Darpini.

Ia mengungkapan, besar kecilnya bantuan beasiswa tidak menjadi ukuran. Akan tetapi sangat berarti bagi anak-anak tersebut yang kondisi ekonominya termasuk prasejahtera. Menurut dia pula, bantuan beasiswa diberikan agar anak-anak kurang mampu bisa terpenuhi kebutuhan pendidikannnya, baik alat tulis maupun lainnya.

dcb41213-d9c4-4b6d-aa59-515cd68bf0d6.jpg

“Meskipun tidak begitu besar tetapi sangat berarti untuk mereka, karena anak-anak ini berlatar belakang dari keluarga yang benar-benar tidak mampu,” ujarnya.

Ia berharap, bantuan beasiswa tersebut bisa meringankan beban kebutuhan anak. Terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Bantuan ini pula, kata dia, diharapkan bisa terus menjangkau lebih banyak anak lagi. Agar setiap anak bisa semakin lebih baik pendidikannya dan dapat meraih apa yang dicita-citakan.

UPDATE #36
27 Agustus 2019

Beasiswa Rumah Yatim Dukung Pendidikan Anak Yatim
Pondok Kelapa

7ddb2040-f7cd-4482-808b-67fd0e1f2ec3.jpg

Puluhan anak yatim dan dhuafa di Pondok Kelapa menerima bantuan beasiswa Rumah Yatim. Pemberian bantuan beasiswa dhuafa ini dilakukan di Kantor Kas Pondok Kelapa, Jalan Pondok Kelapa Raya Blok C7 No. 20, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (25/8) petang.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Dendi Dwi, santunan beasiswa tersebut diberikan kepada 40 anak yatim dan dhuafa di sekitaran Kantor Kas Pondok Kelapa. Seluruh anak sendiri berasal dari kalangan keluarga kurang mampu.

“Bantuan ini untuk membantu keperluan transport dan uang saku yatim dhuafa,” ujar Dendi, melalui pesan singkat yang diterima jurnalis Rumah Yatim, Senin (26/8).

e9aa9aa9-3cb1-458d-be59-912001bfdee8.jpg

Ia mengungkapkan, pemberian beasiswa lewat program yang ada di Rumah Yatim ini untuk mendukung prestasi dan pembelajaran anak-anak kurang mampu. Khsuusnya, bagi anak yatim dan dhuafa yang berada di sekitaran Kantor Kas Pondok Kelapa.

“Agar membantu yatim dan dhuafa berprestasi, agar giat belajarnya dan meraih cita-citanya,” tuturnya.

Di samping itu, ia berharap bantuan beasiswa ini juga dapat mengurangi beban pengeluaran orangtua atau wali anak itu sendiri. Ke depannya, ia berharap Rumah Yatim bisa terus menyebarkan kebaikan kepada setiap orang yang membutuhkan.

 

UPDATE #35
26 Agustus 2019

Beasiswa Dhuafa Rumah Yatim Bantu Puluhan Anak Yatim Pekayon

458f9898-04b3-4d0a-8600-5b579adf3714.jpg

Rumah Yatim Cabang Pekayon menyalurkan bantuan beasiswa bagi 20 anak yatim di Kantor Kas Pekayon, Jalan Raya Pekayon No. 45B, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (25/8). Bantuan ini untuk mendukung anak-anak dalam meraih cita-cita lewat pendidikan yang layak.

Penanggung Jawab kegiatan penyaluran, Eka Khilmiati mengatakan, seluruh penerima manfaat dari tingkatan sekolah dasar dan menengah pertama. Kondisi penerima manfaat pula merupakan dari kalangan kurang mampu dan yatim.

“Beasiswa ini kita salurkan kepada anak-anak yatim yan masih sekolah, guna meringankan beban pendidikannya dan beban kesehariannya,” tutur Eka.

d1ee8161-bebe-4778-a86f-93390205696c.jpg

Ia mengungkapkan, seluruh anak memang benar dari keluarga prasejahtera. Apalagi, kondisi ekonomi keluarganya jauh dari kata cukup. Hal itu disebabkan karena sudah tidak ada sosok seorang ayah. Saat ini, kata dia, sebagai tulang punggung, ibu sang anak yang harus berjuang.

“Jadi ibunya yang menjadi tulang punggung untuk anak-anaknya, ada yang sebagai buruh cuci, pembantu, dan lain sebagainya,” jelas Eka.

Kendati demikian, ia berharap bantuan beasiswa dari Rumah Yatim Pekayon ini bisa menunjang kebutuhan anak, khususnya pendidikannya. Agar, anak semakin semangat untuk belajar dan sekolah. Selain itu, agar orangtua anak yang masih ada tetap bersemangat.

“Mereka jadi lebih giat lagi untuk belajar, dan mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban pendidikan mereka,” pungkasnya.

UPDATE #34
23 Agustus 2019

Puluhan Siswa Yatim Dan Dhuafa MI Albustanussaniyah Dapat Bantuan Pendidikan

Kondisi ruang kelasnya masih terlihat memprihatinkan, hanya terpal yang menjadi plafon di atas kepala siswa. Dindingnya pula masih terbuat dari kayu yang sudah terlihat lapuk. Hanya saja terlihat mewah terbalut cat kayu berwarna hijau. Itulah gambaran singkat kondisi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Albustanussaniyah di Jalan Pahlawan, Desa Malintang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Meskipun kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan, semangat belajar anak tetap terlihat. Dari informasi yang didapatkan Rumah Yatim kondisi ini sudah berjalan sangat lama. Pihak sekolah pula, tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran untuk membangun gedung yang lebih layak maupun renovasi.

Relawan Rumah Yatim Area Kalimantan, Ricky Setiawan mengatakan, mayoritas siswa di sekolah tersebut juga dari keluarga kurang mampu. Keterbatasan ekonomi pula terkadang menjadi salah satu hambatan kegiatan belajar anak di sekolah. Apalagi saat memasuki ajaran baru untuk keperluan pendidikan anak.

“Karena rata-rata memang hanya buruh tani, serabutan dan kata Kepala Sekolahnya anak-anak memang layak dibantu,” papar Ricky.

Ia mengungkapkan, guna mendukung dan membantu hal tersebut Rumah Yatim memberikan bantuan uang saku pendidikan bagi sedikitnya 60 siswa. Bantuan tersebut nantinya dapat dipergunakan untuk bekal harian anak maupun kebutuhan sekolahnya.

“Insya Allah bantuan ini dapat membantu mereka, agar mereka tetap semangat untuk terus belajar,” ujarnya.

UPDATE #33
19 Agustus 2019

Rumah Yatim Beri Beasiswa 1 Tahun Penuh Bagi 300 Yatim Dhuafa

Direktur Utama Rumah Yatim Nugroho B Wismono menyerahkan bantuan beasiswa pendidikan satu tahun penuh bagi 300 siswa yatim dan dhuafa. Beasiswa ini diserahkan dalam rangkaian kegiatan Upacara Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Sabtu (17/8).

Penyerahan beasiswa tersebut untuk mendukung pendidikan dan prestasi anak-anak kurang mampu di Indonesia. Menurut pemaparan Wakil Direktur Rumah Yatim, Abdurrahman, beasiswa diserahkan pasca pelaksanaan upacara di Kecamatan Antapani. Kegiatan tersebut pula mendapat dukungan dari pemerintahan setempat maupun elemen masyarakat yang hadir di lokasi upacara.

Beasiswa yang diserahkan, kata Abdurrahman, dalam bentuk ATM untuk masing-masing siswa. Dari sana setiap anak atau siswa yatim dan dhuafa di Kecamatan Antapani tersebut akan diberikan bantuan pendidikan tunai selama setahun penuh oleh Rumah Yatim.

“Tigs ratus beasiswa yang diberikan disalurkan melalui ATM Syariah, setiap anak satu ATM dan setiap anak mendapatkan jatah pendidikan selama setahun ke depan,” paparnya.

Ia mengungkapkan, sambutan cukup meriah pula datang dari peserta upacara kemerdekaan yang terdiri dari sejumlah elemen masyarakat, maupun ASN dan lainnya. Abdurrahma menambahkan, kegiatan sosial ini tepat sasaran dan sesuai tema kemerdekaan yakni ‘SDM Unggul Indonesia Maju’.

Rencananya, Rumah Yatim pula akan terus mengembangkan pendidikan baik secara infrastruktur pendidikan maupun sarana lainnya. Salah satunya, tambah Abdurrahman, akan membuat titik-titik sarana bimbingan belajar di berbagai daerah, baik kota maupun lainnya.

“Untuk meningkatkan pendidikan anak-anak, agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak kembali, dan ke depannya bisa mengejar cita-cita di masa yang akan mendatang,” tuturnya.

UPDATE #32
3 Agustus 2019

Ratusan Anak Di Papua Barat Dapat Perlengkapan Sekolah Dari Rumah Yatim

Minimnya sarana operasional pendidikan bagi anak-anak di pelosok nusantara, membuat kurang terjaminnya pendidikan bagi anak-anak prasejahtera. Di tengah kondisi seperti itu, ratusan anak di Papua Barat gembira saat mendapat bantuan perlengkapan sekolah yang disalurkan Rumah Yatim.

Bantuan ini disalurkan di Kelurahan Klamalu dan Kelurahan Malawele, Aimas, Papua Barat, pada Jumat (1/8) lalu. Bantuan tersebut merupakan salah satu program dari Rumah Yatim untuk mendukung pendidikan anak-anak prasejahtera.

Relawan Rumah Yatim, Deni Rustandi menyebutkan, lebih dari 100 anak telah mendapat bantuan tersebut dengan penuh suka cita. Penerima manfaat itu terdiri dari anak yatim dan dhuafa.

“Anak-anak di sini kondisinya memang cukup memprihatinkan, karena mereka tidak pakai sandal, dan sepatu. Karena memang dapat dilihat dari segi penghasilan orangtua tidak memenuhi, mereka kalau mau makan ya mencari ke hutan,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut Deni, adanya bantuan ini untuk membantu memenuhi dan mendukung kebutuhan sarana pendidikan. Ia berharap, semoga Rumah Yatim bisa membantu pendidikan anak-anak di seluruh wilayah Indonesia.

“Mudah-mudahan apa yang kita salurkan bermanfaat bagi mereka, karena mereka merupakan anak bangsa yang sangat tidak ternilai harganya. Harapan terbesarnya anak-anak bisa terus semangat, karena di sini rata-rata lulus SMP, banyak juga yang putus sekolah. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan bisa memberikan semangat kepada untuk mencari ilmu,” harapnya.

UPDATE #31
2 Agustus 2019

Lima Anak Yatim Prestasi MI Al Hidayah Terima Bantuan Rumah Yatim

Lima anak yatim dan dhuafa berprestasi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hidayah menerima santunan lewat program ATM Yatim Prestasi dari Rumah Yatim Cabang Surabaya. Penyerahan bantuan dilakukan di MI Al Hidayah, Dusun Labuhan, Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Rabu (30/7) lalu.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim, Agus Kurnia, program tersebut merupakan bentuk dukungan untuk anak kurang mampu yang berprestasi. Kelima anak merupakan dari keluarga kurang mampu. Agus mengatakan, saat pembagian anak-anak tersebut sangat antusias.

“Sangat antusias, anak-anaknya bahagia mendapatkan program ATM ini,” kata Agus, saat memberikan keterangan kepada jurnalis Rumah Yatim.

Ia mengungkapkan, kelima anak tersebut memang sangat membutuhkan bantuan untuk pendidikannya. Karena, kata dia, orangtua anak bekerja serabutan serta hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Bantuan ini, kata dia, agar anak-anak tersebut tetap bersemangat sekolah. “Mereka betul-betul membutuhkan dukungan untuk pendidikan dan perhatian,” tuturnya.

Bantuan ATM Yatim Prestasi ini merupakan bentuk bantuan yang direalisasikan lewat kartu langsung untuk anak. Namun, untuk saat ini bantuan tersebut masih diserahkan secara tunai. Karena masih dalam proses administrasi dan lainnya.

“Setelah menyalurkan program ATM ini kami berharap ke depan termotivasi dan menjadi anak-anak yang berprestasi,” ujarnya.

UPDATE #30
27 Juli 2019

Rumah Yatim Salurkan Tiga Program Bantuan Bagi Siswa SDN Maribaya 01

Rumah Yatim Cabang Tegal mendukung kebutuhan pendidikan puluhan siswa yatim dan dhuafa di SDN Maribaya 01, Kelurahan Maribaya, Kecamatan Kramat, Tegal, Rabu (24/7). Bantuan diberikan lewat tiga program untuk mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu dari segi fasilitas belajarnya.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman, penerima bantuan memang kondisinya kurang mampu dan juga berprestasi. Karena, di sekolah tersebut masih cukup banyak siswa kurang mampu bahkan yang berstatus sebagai yatim.

“Hasil survei relawan Rumah Yatim, SD di sana dan kata kepala sekolanya juga banyak murid yang terdaftar sebagai kurang mampu,” paparnya.

Sejumlah bantuan pendidikan yang disalurkan di sekolah tersebut meliputi bantuan ATM mustahik bagi dua yatim berprestasi, bantuan perlengkapan sekolah bagi 14 siswa yatim dan dhuafa, serta santunan beasiswa dhuafa bagi 10 siswa. Seluruh bantuan, kata Jajang, memang layak diberikan untuk siswa tersebut.

Harapannya, sejumlah bantuan yang diberikan Rumah Yatim Cabang Tegal tersebut bisa membantu pemenuhan pendidikan bagi setiap siswa. Agar, para siswa tersebut bisa terus bersemangat dan terus meningkatkan prestasinya.

UPDATE #29
27 Juli 2019

Siswa Yatim Dan Dhuafa MI Nurul Iman Dapat Beasiswa

Beasiswa dhuafa disalurkan Rumah Yatim Cabang Surabaya bagi sejumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Iman, Jalan Tubanan Baru, Kelurahan Karangpoh, Tandes, Kota Surabaya, Rabu (24/7). Siswa yang dipilih merupakan dari anak yatim dan kalangan keluarga kurang mampu serta berprestasi.

Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf mengatakan, dari seluruh siswa yang bersekolah di tempat tersebut hanya dipilih beberapa orang saja. Hal itu, agar bantuan yang diberikan benar dan tepat sasaran. Pemilihan ini juga melibatkan pihak sekolah dan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Namun demikian, tambah Agus, mayoritas yang bersekolah di MI Nurul Iman memang dari keluarga kurang mampu. Bahkan, tidak sedikit pula para siswanya hanya mengandalkan kasih sayang dari para pengajarnya semata.

“Anak-anak tersebut dipilih sama ibu gurunya yang memang betul-betul tidak mampu bahkan ada beberapa anak tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian khusus dari orangtuanya,” papar Agus.

Ia berharap bantuan beasiswa yang diberikan Rumah Yatim Cabang Surabaya ini bisa membantu siswa kurang mampu di sekolah tersebut. Terutama untuk mendukung pendidikan dan kegiatan pembelajarannya. Di samping itu, tambah Agus, agar anak-anak bisa semakin giat belajar dan meraih prestasinya.

“Semoga anak-anaknya bisa lebih semangat lagi belajarnya, nurut pada para gurunya dan rajin bantu orangtuanya, juga sukses suatu hari nanti,” ungkapnya.

UPDATE #28
25 Juli 2019

Siswa Yatim Dan Dhuafa MI Nurul Iman Dapat Beasiswa Rumah Yatim

Beasiswa dhuafa disalurkan Rumah Yatim Cabang Surabaya bagi sejumlah siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Iman, Jalan Tubanan Baru, Kelurahan Karangpoh, Tandes, Kota Surabaya, Rabu (24/7). Siswa yang dipilih merupakan dari anak yatim dan kalangan keluarga kurang mampu serta berprestasi.

Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf mengatakan, dari seluruh siswa yang bersekolah di tempat tersebut hanya dipilih beberapa orang saja. Hal itu, agar bantuan yang diberikan benar dan tepat sasaran. Pemilihan ini juga melibatkan pihak sekolah dan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Namun demikian, tambah Agus, mayoritas yang bersekolah di MI Nurul Iman memang dari keluarga kurang mampu. Bahkan, tidak sedikit pula para siswanya hanya mengandalkan kasih sayang dari para pengajarnya semata.

“Anak-anak tersebut dipilih sama ibu gurunya yang memang betul-betul tidak mampu bahkan ada beberapa anak tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian khusus dari orangtuanya,” papar Agus.

Ia berharap bantuan beasiswa yang diberikan Rumah Yatim Cabang Surabaya ini bisa membantu siswa kurang mampu di sekolah tersebut. Terutama untuk mendukung pendidikan dan kegiatan pembelajarannya. Di samping itu, tambah Agus, agar anak-anak bisa semakin giat belajar dan meraih prestasinya.

“Semoga anak-anaknya bisa lebih semangat lagi belajarnya, nurut pada para gurunya dan rajin bantu orangtuanya, juga sukses suatu hari nanti,” ungkapnya.

UPDATE #27
24 Juli 2019

Puluhan Anak di Astana Anyar Dapat Bantuan Uang Saku Pendidikan

Anak-anak prasejahtera di Jalan Sitimunigar RW 03, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, mendapat bantuan uang saku pendidikan yang disalurkan oleh Rumah Yatim Area Jawa Barat, pada Senin (22/7) lalu. Sebanyak 64 anak mendapat bantuan itu. Hal ini untuk membantu memenuhi kebutuhan uang saku sekolahnya sehari-hari.

Relawan Rumah Yatim, Irwan menuturkan, kondisi anak-anak tersebut dari segi latar belakang ekonomi orangtua, sangat layak dibantu. Karena mayoritas bermata pencaharian serabutan. Meskipun berada di tengah keramaian Kota Bandung, mereka mengaku belum tersentuh bantuan oleh pemerintah setempat.

“Alhamdulillah sangat antusias sekali, sampai membludak sehingga ada penambahan. Di sana banyak anak-anak yang membutuhkan, dari segi biaya pendidikan mereka sangat minim,” ungkapnya.

Kedatangan tim Rumah Yatim pun disambut antusias, rendahnya penghasilan para orangtua tak mampu memberikan uang saku yang lebih. Oleh karena itu, adanya bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orangtuanya yang belum bisa memenuhi kebutuhan uang saku sekolah.

Selain itu, ia juga turut memberikan edukasi kepada warga yang mampu di wilayah tersebut, bahwa membantu sesama adalah tugas dan kewajiban bersama. Di saat pemerintah kurang memperhatikan, maka sebagai tetangga perlu adanya rasa empati untuk menolong orang-orang yang membutuhkan.

“Kita juga mengedukasi kepada yang lainnya, supaya bisa peduli juga kepada warga yang membutuhkan, semoga ada yang tergerak untuk membantu,” tuturnya.

UPDATE #26
23 Juli 2019

Titania, Anak Asuh Bintaro Raih Peringkat 1 Berturut-Turut di MI Nurul Iman

 

Salah seorang anak asuh Asrama Rumah Yatim Bintaro, Titania Makayla Prayitno Cupu, berhasil meraih peringkat 1 berturut-turut di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Iman, Kota Tangerang. Hasil peringkat tersebut diumumkan saat pembagian raport, pada Sabtu (13/7) lalu.

Bocah yang kini duduk di bangku kelas 4 MI itu, mengaku senang karena tidak menyangka akan menyandang gelar juara pertama kembali. Sebelumnya peringkat tersebut telah ia raih sejak duduk di bangku kelas 2 SD, bertepatan dengan pertama kali ia masuk atau tinggal di asrama Bintaro pada 2016 silam.

“Alhamdulillah senang sekali karena bisa juara 1 lagi, tidak menyangka. Yang terpenting menjaga semangat belajar selalu berdoa setiap sholat malam,” ungkapnya

Menurutnya mempertahankan peringkat pertama terlebih berturut-turut bukanlah sesuatu yang mudah, terkadang rasa malas dan lelah sering menjadi godaan atau kendala yang dihadapi nya ketika belajar. Untuk mempertahankan hal itu, ia menerapkan cara belajar yang tidak biasa seperti kebanyakan orang. Butuh pengorbanan dan terus berupaya menjaga semangatnya agar tidak kendor.

Setiap malam, sebelum tidur di sela-sela padatnya aktivitas keasramaan, ia meluangkan waktu untuk giat belajar, serta bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan shalat tahajud dan berdoa, agar dibukakan jalan kesulitan itu menjadi sesuatu yang mudah dan bermanfaat.

UPDATE #25
23 Juli 2019

Rumah Yatim Bantu Pendidikan Anak Kurang Mampu di Kemang

 

Beberapa waktu yang lalu, Asrama Rumah Yatim Kemang membagikan puluhan beasiswa bagi anak yatim dan dhuafa. Beasiswa tersebut dibagikan kepada penerima manfaat di Asrama Rumah Yatim Kemang, Jalan Kemang Utara No. 21A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Kemang, Reno, penyaluran yang diadakan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu. Terutama bagi perkembangan prestasi setiap anak. Karena, kata dia, anak-anak tersebut memang berprestasi baik dalam akademik maupun nonakademik.

“Diberikan kepada anak-anak yang kurang mampu dan berprestasi,” papar Reno, saat memberikan keterangan kepada jurnalis Rumah Yatim, Jumat (19/7).

Sedikitnya penerima manfaat beasiswa dhuafa tersebut sebanyak 40 anak. Seluruh anak sendiri saat ini sedang menempuh pendidikan dari tingkatan sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas.

“Agar bisa sedikit meringankan mereka untuk kebutuhan sekolahnya,” ujarnya.

Reno menambahkan, pemberian beasiswa tersebut guna memberikan semangat kepada setiap anak. Agar, setiap kegiatan pembelajarannya bisa tercukupi. Bantuan ini juga guna meringankan beban orangtua atau wali anak sendiri. Karena mayoritas hanya bekerja serabutan maupun sebagai buruh harian.

“Mereka memang dari keluarga kurang mampu, mudah-mudahan semakin semangat untuk belajar dengan adanya bantuan ini,” tutupnya.

 

UPDATE #24
6 Juli 2019

Dukung Semangat Sekolah 100 Anak Yatim Lewat Bantuan Uang Saku Pendidikan

Jelang ajaran baru, seratus anak yatim dan dhuafa di Pekayon dapat bantuan uang saku pendidikan dari Rumah Yatim Cabang Pekayon. Bantuan uang saku dibagikan di Gang Mandor Milan, Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan, Kamis (4/7). Bantuan tersebut merupakan upaya untuk mendukung kebutuhan bekal harian anak kurang mampu dari berbagai tingkatan sekolah.

Penanggung Jawab kegiatan, Eka Khilmiati mengatakan, uang saku tersebut merupakan bentuk perhatian Rumah Yatim kepada anak yatim dan dhuafa. Terutama jelang kenaikan kelas dan ajaran baru yang akan datang. Bantuan itu, kata dia, guna membantu bekal harian anak saat sekolah. "Dari mulai anak TK, SD, SMP, dan SMA," kata Eka.



Pemberian bantuan uang saku juga sebelumnya telah melalui survei untuk memastikan penerima manfaat tepat sasaran. Seluruh anak, kata dia, memang dalam kondisi yang pantas untuk dibantu. Karena selain anak yatim yang mendapatkan bantuan di antaranya pula ada dhuafa.

Ia berharap, bantuan uang saku pendidikan tersebut juga bisa dipergunakan untuk kebutuhan sekolah anak. Agar, anak bisa lebih semangat untuk masuk sekolah. Selain itu, dapat meringankan beban pengeluaran orangtua atau wali anak itu sendiri.

"Sehingga ketika mereka masuk sekolah ada semangat baru dengan peralatan sekolah baru yang sama dengan teman-teman lainnya," tutur Eka.

UPDATE #23
28 Juni 2019

Puluhan Anak Prasejahtera di Dwikora Dapat Perlengkapan Sekolah Gratis



Anak-anak prasejahtera di Dwikora gembira mendapat bantuan perlengkapan sekolah baru, Rabu (26/6) kemarin. Bantuan itu diserahkan Rumah Yatim Cabang Medan kepada 25 anak di Kantor Kas Dwikora, Jalan Kapten Muslim, Dwikora, Medan Helvetia, Kota Medan, untuk membantu memenuhi kebutuhan sarana pendidikan.

Kepala Cabang Medan, Dasep menjelaskan, memasuki tahun ajaran baru 2019/2020, bantuan perlengkapan sekolah ini diberikan kepada anak-anak yang berlatar belakang ekonomi rendah. Sebelumnya anak-anak ini berkeinginan untuk mengganti kebutuhan perlengkapan sekolah, namun hal itu tidak berlaku bagi anak yang berada dalam keterbatasan ekonomi.

“Anak-anaknya sangat membutuhkan bantuan, lewat bantuan ini minimal mereka bisa mengganti perlengkapan sekolah yang lama dengan yang baru,” paparnya.



Oleh karena itu, adanya bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri anak saat memasuki tahun ajaran baru sekolah. Serta bisa sama-sama merasakan kebahagiaan memiliki perlengkapan sekolah baru seperti anak-anak mampu lainnya.

Menurutnya, anak-anak yang berasal dari Kelurahan Dwikora ini begitu antusias dapat perlengkapan sekolah baru. Mulai dari tas, seragam, dan alat tulis lengkap bisa mereka dapatkan tanpa harus membeli.

“Mudah-mudahan dapat meringankan beban orangtuanya dan semoga terus semangat dalam belajarnya,” pungkasnya.

UPDATE #22
30 Mei 2019

Hamid Jadi Siswa Wisuda Tahfidz Terbaik di Sekolahnya

Salah satu anak asuh Rumah Yatim Lodaya? Muhammad Hamid, menjadi salah satu siswa terbaik wisuda tahfidz yang diadakan sekolah binaan Rumah Yatim SMP El Fitra, Selasa (28/5) kemarin. Hamid dalam hal ini berhasil menghafal empat juz Alquran sesuai aturan sekolah saat kini masih duduk di bangku Kelas VII.

Hamid -sapaannya, anak yatim asal Majalengka ini memang termasuk siswa yang rajin dalam belajar. Tingkat hafalannya pula termasuk di atas rat-rata d iantara teman sebayanya di sekolah maupun asrama. Padahal kesehariannya tidak jauh beda yaitu bersekolah dan kegiatan diniyah asrama.

Dia mengungkapkan, semenjak tinggal di Asrama Rumah Yatim kemampuan hafalannya mulai terasah. Padahal, sebelum di asrama ia sama sekali tidak dapat menghafal satu pun juz Alquran. Hal itu diungkapkannya, saat berbincang setelah menerima gelar salah satu wisudawan tahfidz terbaik.

"Sebelumnya belum hafal satu juga, tapi kini sudah bisa hafal delapan juz," papar Hamid.



Sejak 2014 hingga kini, ia terus mengasah kemampuan hafalannya. Ayat demi ayat coba ia baca dan hafalkan. Kini, setelah lima tahun di asrama delapan juz telah ia hafalkan. Namun, Hamid tidak cukup puas dengan hafalan yang saat ini ia kuasai. Targetnya, kata dia, setelah lulus nanti minimal 20 juz Alquran yang harus ia hafal.

"Lulus nanti harus bisa hafal 20 juz, karena mau jadi penghafal Alquran," ujarnya.

Selain dukungan dan dorongan dari sang ibu, ia juga termotivasi oleh teman se-asramanya. Karena, kata dia, cara belajar menghafal di Asrama Rumah Yatim sangat menyenangkan. Terutama ia selalu mendapat motivasi pula dari pengasuh asrama.

"Karena termotivasi oleh teman-teman, cara belajarnya nyaman dan dibimbing baik," ungkapnya.

UPDATE #21
27 Mei 2019

Rumah Yatim Dukung Pendidikan 50 Anak Yatim Dhuafa di Kelurahan Bibis

Puluhan anak yatim dan dhuafa di Kelurahan Bibis menerima bantuan uang saku pendidikan dari Rumah Yatim Cabang Surabaya. Penyaluran bantuan dilakukan di Aula Kelurahan Bibis, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Minggu (26/5). 

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf, seluruh anak merupakan siswa di sejumlah sekolah yang ada di Kelurahan Bibis. Sebanyak 50 anak pada kesempatan kemarin menerima bantuan uang saku pendidikan tersebut. 



Agus mengungkapkan, seluruh anak memang layak diberikan bantuan karena kondisi ekonomi keluarganya termasuk prasejahtera. Karena, rata-rata pekerjaan orangtua anak sendiri merupakan buruh harian lepas dan pengelola kebun.


"Berhubungan anak sekolah liburnya gak sama dan kegiatan di sekolah berbeda-beda jadi kami kumpulkan mereka di desa melalui kepala desa setempat," tuturnya.

Bantuan uang saku pendidikan tersebut diberikan untuk mengurangi beban orangtua anak. Terutama, kata Agus, untuk bekal anak dan bisa juga digunakan sebagai penambah keperluan pendidikannya. Terutama jelang kenaikan kelas yang akan berlangsung beberapa waktu lagi.

"Semoga anak-anak yang diberi bantuan tersebut bisa berkarya dan sukses juga menjadi anak-anak yang sholeh-sholehah," ucapnya.

UPDATE #20
22 Mei 2019

Anak Yatim Dhuafa Gandaria Terima Beasiswa Rumah Yatim

 

Beasiswa dhuafa disalurkan Rumah Yatim Gandaria untuk 16 anak asuh nonmukim. Penyaluran beasiswa dilakukan di Kantor Kas Gandaria, Jalan Gandaria 1 No. 59, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/5). Beasiswa tersebut merupakan salah satu realisasi amanah donasi dari para donatur Rumah Yatim.

Staf Front Office (FO) Rumah Yatim Gandaria, Yani Maryani mengatakan, seluruh anak penerima beasiswa memang layak untuk dibantu. Hal itu dikarenakan selain yatim mereka pula anak dari kalangan kurang mampu. Selain itu, beasiswa ini juga disalurkan secara rutin setiap bulannya kepada anak-anak tersebut.

"Ini merupakan program bantuan pendidikan bagi anak-anak tersebut yang kurang mampu," ujarnya.

Yani mengungkapkan, beasiswa dhuafa yang diberikan diharapkan bisa membantu kebutuhan anak besekolah. Apalagi, jelang kenaikan kelas yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Selain itu, bantuan ini juga bisa untuk meringankan biaya hidup dan pengeluaran orangtua maupun wali anak itu sendiri.

Kendati demikian, ia berharap bantuan beasiswa dhuafa ini bisa terus berjalan dan dapat membantu anak yatim dhuafa lebih banyak lagi. Namun, di sisi lain ia mengucapkan terima kasih bagi donatur yang terus mendukung setiap program Rumah Yatim. Karena hal itu bisa membantu dan menjadi penyemangat bagi anak-anak di tengah keterbatasan yang dialaminya.

UPDATE #19
18 Mei 2019

129 Anak Yatim Dhuafa Karang Sari Terima Bantuan Uang Saku Pendidikan

Senyum cerita terpancar dari ratusan anak yatim dan dhuafa saat menerima bantuan uang saku pendidikan dari Rumah Yatim Cabang Lampung. Penyaluran ini dilakukan di SMP Karya Utama, Desa Karang Sari, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (16/5) kemarin. Bantuan uang saku diberikan untuk memenuhi kebutuhan bekal anak kurang mampu di daerah tersebut.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Herman, seluruh anak yang menerima bantuan dari tingkatan sekolah dasar dan menengah pertama. Dipilih sesuai kondisi ekonomi keluarga anak dan keadaan semasa sekolahnya. Sedikitnya, kata dia, dalam kesempatan kemarin sebanyak 129 anak menerima bantuan tersebut.

"Alhamdulillah di bulan Ramadhan ini kami (Rumah Yatim) bisa kembali berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan dhuafa, semoga bermanfaat dan membantu," papar Herman, saat diwawancarai, Jumat (17/5).



Ia mengungkapkan, seluruh anak yang menerima bantuan memang berasal dari keluarga prasejahtera. Karena rata-rata pekerjaan orangtuanya hanya buruh tani serta buruh harian lepas. Bantuan ini, tambah Herman, diharapkan bisa meringankan beban orangtua atau wali anak. Agar, rezeki yang didapat bisa dialihkan untuk kebutuhan lainnya.

"Semoga bisa membantu, jadi nanti anak-anak tersebut tidak usah diberi bekal untuk beberapa hari ke depan karena sudah ada bantuan ini, jadi bisa dialihkan untuk keperluan dapur dan lainnya," ucapnya.

Kendati demikian, bantuan uang saku pendidikan ini diharapkan bisa membuat anak yatim dan dhuafa terus bersemangat sekolah. Karena, bisa terpenuhinya bekal harian untuk masing-masing anak.

UPDATE #18
1 Mei 2019

Beasiswa Diberikan Rumah Yatim Kepada 36 Yatim dan Dhuafa di Bintaro

Minggu (28/4) kemarin, bantuan beasiswa dhuafa telah diberikan kepada 36 anak yatim dan dhuafa di sekitar Asrama Rumah Yatim Bintaro. Beasiswa ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan. Bantuan diberikan rutin setiap bulannya guna mendukung kebutuhan biaya pendidikan anak prasejahtera.

Kepala Asrama Bintaro Dedi Jimah menuturkan, bantuan ini akan digunakan mereka untuk tambahan biaya daftar sekolah di tahun ajaran baru. Meskipun tidak begitu besar, bantuan ini sangat berarti bagi mereka. Serta sedikitnya dapat meringankan beban para orangtuanya.

Adanya bantuan ini selalu disambut gembira oleh anak-anak. Menurutnya, bantuan ini merupakan amanah dari para donatur, sehingga harus disampaikan kepada orang yang berhak menerima bantuan. Kendati demikian, ia berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak ditengah keterbatasan yang dialami mereka.  
“Semoga bantuan yang Rumah Yatim berikan bisa membantu meringankan beban orangtuanya,” pungkasnya.

 

UPDATE #17
30 April 2019

Berbagi Kebahagiaan dan Kurangi Beban Ekonomi Puluhan Yatim di Monginsidi

Rumah Yatim Monginsidi menyalurkan santunan beasiswa dhuafa bagi anak yatim dan dhuafa di Asrama Rumah Yatim Monginsidi, Jalan Wolter Monginsidi No. 45 Gotong Royong, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Sabtu (27/4) lalu. Beasiswa diberikan untuk membantu memenuhi pendidikan yang layak untuk anak yatim dhuafa.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Monginsidi, Weli, penyaluran dilaksanakan seperti biasanya diawali dengan motivasi dan sharing dengan anak-anak. Sebanyak 67 anak yatim dan dhuafa, kata dia, mendapat santunan pada kali ini.



Weli mengungkapkan, anak penerima santunan juga merupakan dari keluarga kurang mampu. Di mana rata-rata pekerjaan orangtuanya sebagai buruh harian lepas. Selain itu, puluhan anak tersebut juga saat ini sedang mengenyam pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas.

"Rata-rata anak dari buruh harian lepas berstatus yatim dan piatu ada juga yatim piatunya, kita berikan santunan ini karena kehidupan keluarganya yang kurang mampu," paparnya.

Weli menambahkan, anak anak terlihat antusias bahkan menantikan santunan beasiswa tersebut. Hal itu dikarenakan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Karena sebentar lagi, kata dia, akan memasuki musim kenaikan kelas.

"Harapan saya semoga bantuan ini bisa meringankan beban orangtua untuk mengurangi pengeluaran pendidikan anak mereka," ungkapnya.

UPDATE #16
30 Maret 2019

Beasiswa Pendidikan Yatim dan Dhuafa Denpasar

Puluhan anak asuh nonmukim Rumah Yatim Cabang Bali mendapat bantuan beasiswa dhuafa. Pemberian beasiswa dilakukan di Kantor Pengembangan Potensi Anak (PPA) di Jalan Gunung Agung No. 126, Denpasar Barat, Kota Denpasar, Kamis (28/3) kemarin. Pemberian beasiswa untuk mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa tersebut.

 

Penanggung Jawab Kegiatan, Faruq Waliyullah mengatakan, penyaluran beasiswa disambut bahagia oleh anak asuh nonmukim. Sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa mendapatkan beasiswa. Seluruhnya, kata dia, memang dari kalangan keluarga kurang mampu. "Mereka kalangan dhuafa dan saat ini sedang di tingkatan sekolah dasar hingga menengah pertama," paparnya.

Pemberian beasiswa ini, sambung Faruq, merupakan realisasi dari titipan donatur kepada Rumah Yatim. Untuk mendukung dan memberikan keringanan bagi anak yatim dan dhuafa untuk berpendidikan. Selain itu, kata dia, beasiswa dhuafa ini untuk membuat anak-anak lebih semangat dan giat dalam belajarnya."Harapannya semoga beasiswa yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak-anaknya serta dapat menumbuhkan semangat belajarnya," kata Faruq.

UPDATE #15
22 Maret 2019

Dukung Pendidikan Yatim Dhuafa Pekayon Lewat Beasiswa

Rumah Yatim Cabang Pekayon menyalurkan bantuan pendidikan bagi puluhan anak yatim dan dhuafa. Bantuan tersebut diberikan lewat program beasiswa yang diberikan di Kantor Kas Pekayon, Jalan Raya Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Dukungan beasiswa tersebut diberikan untuk memberikan keringanan bagi anak dalam pemenuhan pendidikannya.



Staf Front Office (FO) Rumah Yatim Pekayon, Eka Khilmiati, penyaluran beasiswa memang rutin diberikan setiap bulannya. Untuk kali ini, sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa merasakan manfaat tersebut. Anak-anak tersebut, kata dia, memang layak diberi bantuan karena kondisi ekonomi keluarganya kurang.

"Berdasarkan dari kerjasama dengan pemerintah setempat, hasil dari seleksi berkas dan survei langsung untuk menentukan layak atau tidaknya," papar Eka.
Ia berharap, bantuan beasiswa dhuafa tersebut bisa menjadi dukungan anak untuk tetap bersemangat dalam menjalankan sekolah. Khususnya, bisa mendorong anak yatim dan dhuafa lebih berprestasi lagi dalam pendidikan. 

UPDATE #14
20 Maret 2019

Yora Senang Rumah Yatim Bantu Biaya Pendidikannya

Prestasi diraih oleh salah satu anak asuh nonmukim Rumah Yatim Banjarbaru, Sella Yora Putri Marselina (16) di tahun pertama duduk di bangku menengah atas. Kerja keras dan ketekunannya tersebut, membawa Yora berhasil juara ketiga di antara teman kelasnya di tahun ini.

Yora saat ini merupakan siswa aktif kelas 10 di SMK Garuda Mahadhika Banjarbaru. Ia merupakan anak dari seorang ibu yang bekerja sebagai honorer. Bahkan, kata dia, penghasilan ibunya hanya cukup untuk keperluan keluarganya saja. Namun, ia bersama adiknya saat ini bersyukur bisa mendapat bantuan dari Rumah Yatim Area Kalimantan. "Senang Rumah Yatim sudah membantu saya dalam pendidikan," ungkapnya.

Remaja yang gemar bermain futsal ini juga terus bersemangat dalam meraih prestasinya. Saat ini, dengan segala keterbatasannya, ia bersungguh-sungguh agar tetap memertahankan prestasinya. Namun, di sisi lain Yora terus meningkatkan prestasinya tersebut agar cita-cita yang diharapkan bisa tercapai.

"Ingin menjadi guru, pengen bisa merasakan seperti apa guru mengajar dengan kesabarannya," ujarnya.

Sejauh ini sejumlah bantuan terus diberikan Rumah Yatim Area Kalimantan kepada siswa yang mengambil jurusan Administrasi Perkantoran ini. Bantuan tersebut berupa pemenuhan pendidikan lewat program beasiswa rutin dan bantuan kebutuhan lainnya.

UPDATE #13
18 Maret 2019

Rumah Yatim Dukung Kebutuhan Pendidikan Anak di Cisaranten dengan Beasiswa

Ketercapaian sarana kebutuhan pendidikan bagi anak kurang mampu belum sepenuhnya terpenuhi oleh pemerintah. Oleh karena itu, sebagai upaya membantu memenuhi biaya kebutuhan pendidikan, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberi santunan beasiswa bagi belasan anak prasejahtera di Kelurahan Cisaranten, Kota Bandung, Kamis (14/3). 

Relawan Rumah Yatim Solehudin menyebutkan, sebanyak 17 anak yatim dan dhuafa telah rutin menerima santunan itu dengan penuh suka cita. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban para orangtuanya dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak. Meskipun biaya sekolah atau SPP gratis, namun untuk pembelian buku atau hal lainnya menggunakan biaya sendiri.

“Bantuan ini kita prioritaskan untuk yatim dan dhuafa, minimal mereka bisa membeli kebutuhan sekolahnya. Seperti beli alat tulis, buku pelajaran ataupun sarana pendidikan lainnya," ungkap Solehudin.

Ketika anak-anak lainnya mampu dengan mudahnya memperoleh sarana penunjang pendidikan, lain halnya bagi anak-anak prasejahtera. Mereka harus menahan keinginannya lalu menabung untuk membeli kebutuhan sekolah. Karena latar belakang ekonomi orangtuanya hanya bekerja serabutan. Oleh karena itu, kata dia, anak-anak sangat gembira dan antusias terhadap bantuan rutin ini.

Ia menambahkan, santunan itu mereka tabung untuk membeli kebutuhan sekolahnya apabila suatu saat ada kebutuhan mendesak yang harus segera dibeli. Meski demikian, Solehudin berharap, adanya bantuan ini dapat menambah semangat anak-anak dalam belajar. Meskipun dalam keterbatasan mereka mampu meraih prestasi seperti anak-anak lainnya.

“Mudah-mudahan ketika dikasih bantuan, mereka bisa lebih semangat. Supaya mampu meraih prestasi lagi dalam menuntut ilmu,” tandasnya.

UPDATE #12
16 Maret 2019

Bantu Biaya Pendidikan Anak Nonmukim, Rumah Yatim Beri Beasiswa Dhuafa

Rumah Yatim Cabang Tegal telah menyalurkan bantuan biaya pendidikan untuk anak asuh nonmukim yang berstatus yatim dan dhuafa. Melalui  program santunan beasiswa dhuafa,  sepuluh anak yang berasal dari Kampung Nakula dan Kemuning, Kelurahan Slerok, Kota Tegal menerima bantuan yang diserahkan di Kantor Kas Rumah Yatim Tegal, Jalan Werkudoro, No. 207, Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal, Jateng. Sepuluh anak- anak tersebut telah rutin menerima bantuan setiap tiga bulan sekali.

Kepala Cabang Tegal Jajang Khoeruman menuturkan, bantuan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolahnya. Meskipun biaya SPP gratis, namun untuk kebutuhan buku, Lembar Kerja Siswa (LKS), maupun iuran lainnya harus ditanggung sendiri.

Menurut cerita anak-anak yang menerima santunan, uang yang diberikan oleh Rumah yatim dikumpulkan dan ditabung untuk memenuhi perlengkapan sekolah.

Jajang mengatakan, setiap kali ada santunan tersebut, anak-anak sangat gembira dan antusias. Karena santunan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya yang serba kekurangan. Jajang berharap, ke depannya dapat lebih maksimal lagi dalam membantu biaya pendidikan anak tidak mampu. “Mudah-mudahan dapat sedikit meringankan biaya pendidikan mereka, semoga ini bermanfaat,” pungkasnya.

UPDATE #11
14 Maret 2019

Beasiswa Pendidikan untuk Yatim dhuafa di Gotong Royong

Puluhan anak yatim dan dhuafa, mendapat santunan beasiswa dari Rumah Yatim Tanjung Karang. Santunan diberikan kepada seluruh anak di Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang, Jalan Wolter Moginsidi No. 45, Gotong Royong, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu (13/3). Seluruh penerima manfaat juga merupakan anak asuh nonmukim binaan Rumah Yatim.

Santunan beasiswa diberikan untuk mendukung pemenuhan pendidikan anak-anak tersebut, yang sebagian merupakan anak yatim dan piatu. Menurut kepala asrama monginsidi, Weli, dukungan pendidikan bagi anak harus diberikan apalagi kondisi ekonomi penerima manfaat tersebut kekurangan. Sebanyak 67 anak, kata dia, menerima santunan beasiswa kemarin.

Ia mengungkapkan, semoga santunan yang diberikan Rumah Yatim Tanjung Karang bisa bermanfaat dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Terutama, bisa mengurangi beban orangtua maupun wali anak sendiri. "Semoga bisa membantu mereka yang sangat membutuhkan," tuntasnya

UPDATE #10
13 Maret 2019

Yatim Dhuafa di Made Terima Manfaat Beasiswa dan Pemenuhan Nutrisi

Puluhan anak yatim dan dhuafa berbahagia saat tim relawan Rumah Yatim Cabang Surabaya datang berkunjung ke Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Minggu Senin (11/3) kemarin. Seluruh anak tersebut merupakan anak asuh nonmukim yang akan menerima santunan beasiswa dan bantuan pemenuhan nutrisi gizi. 

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya, Agus Kurnia, bukan hanya di wilayah Made, anak asuh nonmukim di Kecamatan Benowo Kabutapen Gresik juga menerima bantuan yang sama. Bantuan itu, kata dia, merupakan lanjutan dari program beasiswa dan pemenuhan nutrisi gizi bagi 550 anak yatim dan dhuafa.

Di wilayah Made sendiri, sambung Agus, sebanyak 50 anak yatim dan dhuafa menerima santunan beasiswa dan pemenuhan gizi. Sedangkan untuk wilayah Benowo sekitar 30 anak yatim dan dhuafa juga merasakan manfaat yang sama.

"Penerima manfaat juga anak yatim dan dhuafa yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama," ujar Agus.

Ia mengungkapkan, pemberian beasiswa merupakan upaya Rumah Yatim untuk mendukung dan mengurangi beban pendidikan anak. Apalagi, penerima manfaat merupakan anak yang sudah tidak lengkap orangtuanya. Ditambah lagi, kata dia, pemenuhan nutrisi gizi ini sebagai upaya pelengkap untuk anak agar tetap hidup sehat.

Kegiatan penyaluran program beasiswa dan pemenuhan nutrisi gizi bagi 550 yatim dan dhuafa ini juga bukti keseriusan Rumah Yatim dalam membahagiakan anak. Selain itu, sambung Agus, kegiatan ini sebagai bentuk realisasi amanah dari para donatur Rumah Yatim Cabang Surabaya.

"Kami menyesuaikan akad dari donatur yang telah diamanahkan kepada Rumah Yatim Surabaya ini," tuturnya

UPDATE #9
12 Maret 2019

Yatim Dhuafa di Made Terima Manfaat Beasiswa 

Puluhan anak yatim dan dhuafa berbahagia saat tim relawan Rumah Yatim Cabang Surabaya datang berkunjung ke Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Minggu Senin (11/3) kemarin. Seluruh anak tersebut merupakan anak asuh nonmukim yang akan menerima santunan beasiswa pendidikan.Bantuan ini, merupakan lanjutan dari program beasiswa dan pemenuhan nutrisi gizi bagi 550 anak yatim dan dhuafa.

Di wilayah Made sendiri, sambung Agus,kepala asrama Surabaya mengatakan, sebanyak 50 anak yatim dan dhuafa menerima santunan beasiswa dan pemenuhan gizi. Sedangkan untuk wilayah Benowo sekitar 30 anak yatim dan dhuafa juga merasakan manfaat yang sama.
"Penerima manfaat juga anak yatim dan dhuafa yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama," ujar Agus.

Ia mengungkapkan, pemberian beasiswa ini merupakan dorongan dan dukungan Rumah Yatim untuk yatim dhuafa agar dapat membantu anak yatim dhuafa menempuh pendiidkan, terlebih mereka sudah tidak memiliki orang tua yang lengkap. Bantuan ini juga diharapkan dapat meningkat semangat mereka dalam menempuh ilmu

UPDATE #8
11 Maret 2019

550 Anak Yatim dan Dhuafa di Jatim Terima Beasiswa Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Surabaya berbagi kebahagiaan dengan 550 anak yatim dan dhuafa yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Minggu (10/3) kemarin. Kegiatan ini dilakukan lewat santunan beasiswa dhuafa dan pemenuhan nutrisi bagi anak. 

Agus,penanggung jawab kegiatan, mengatakan, seluruh penerima manfaat merupakan anak yatim dan dhuafa. Selain itu, penerima juga merupakan anak yang sedang menjalani pendidikan di tingkat Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Ia menambahkan, penyaluran itu untuk mendukung pemenuhan sekolah anak. "Ini hanya sebagian yang kami targetkan untuk penyaluran kali ini, mudah-mudahan bermanfaat," kata Agus.

Ia mengungkapkan, penyaluran beasiswa dhuafa juga untuk mengurangi beban orangtua atau wali anak. Apalagi, anak-anak tersebut sedang giat dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar. Selain itu, beasiswa ini diharapkan bisa menjadi pendorong anak agar bisa meraih cita-citanya.
Selain itu, penyaluran beasiswa ini juga merupakan realisasi dari donasi yang dimanahkan donatur kepada Rumah Yatim Cabang Surabaya. "Kami hanya menyesuaikan akad dari donatur kepada Rumah Yatim Surabaya," paparnya.

UPDATE #7
27 Februari 2019

Senyum Bahagia Puluhan Anak Kemang Terima Beasiswa Rumah Yatim

Tidak begitu besar, namun sangat berharga bagi mereka, anak yatim dan dhuafa. Setiap bulannya rutin diberikan, dan dinanti oleh seluruh anak-anak tersebut. Di Asrama Rumah Yatim Kemang, Jalan Kemang Utara No. 21A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mereka semua biasa berkumpul dan ceria. 

Rasa senang terpancar dari masing-masing anak yatim dan dhuafa tersebut. Senyum ceria terlihat saat dipegangnya satu persatu beasiswa yang didapatkannya dari Rumah Yatim. Satu persatu juga menuliskan namanya di dalam daftar hadir anak asuh binaan Rumah Yatim.

"Kami pekan lalu telah manyalurkan beasiswa ini kepada 40 anak," ujar Reno, Kepala Asrama Rumah Yatim Kemang, Selasa (26/2).

Menurutnya, seluruh penerima beasiswa tersebut merupakan anak-anak yang kurang dalam ekomoni. Di samping sebagian dari mereka merupakan seorang yatim maupun piatu. Anak-anak tersebut juga merupakan siswa aktif dari mulai tingkatan sekolah dasar hingga menengah pertama.

Alasannya, sambung dia, beasiswa diberikan karena seluruh anak asuh nonmukim tersebut memang membutuhkan bantuan. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Selain itu, diharapkan beasiswa dhuafa yang diberikan bisa meringankan beban orangtua anak.

"Biar mereka semangat untuk berangkat sekolah, dan bisa berprestasi. Intinya bisa meringankan beban orangtuanya," tutur Reno.

UPDATE #6
23 Februari 2019

Beasiswa Pendidikan Anak Yatim Dhuafa

Puluhan anak yatim dan dhuafa mendapat santunan beasiswa dari Rumah Yatim Cabang Bekasi. Pemberian santunan dilakukan di Kantor Kas Tambun, Jalan  Raya Jatimulya No. 23 RT 005 RW 006, Jatimulya, Pengasinan, Tambun Selatan, Bekasi, Jumat (22/2) kemarin. Santunan beasiswa ini untuk mendukung membantu pemenuhan pendidikan anak-anak tersebut.

santunan beasiswa ini memang rutin diberikan Rumah Yatim. Apalagi selain yatim dan dhuafa, anak-anak tersebut memang berprestasi di sekolahnya masing-masing. Santunan ini juga diberikan untuk meringankan beban pendidikan dan kebutuhan anak. "Karena faktor ekonomi dan kebetulan anak-anaknya berprestasi juga," ungkapnya.

Ajeung berharap santunan beasiswa bisa memberi semangat kepada anak-anak tersebut. Agar, bisa terus belajar dan mengejar cita-cita yang diharapkannya. Terutama, bisa bersekolah dengan nyaman dan bisa terpenuhi kebutuhan pendidikannya. "Lebih baik dan lebih bersemangat dalam meraih apa yang dicita-citakan," harapnya.

UPDATE #5
20 Februari 2019

Rumah Yatim Salurkan Beasiswa Bagi Yatim dan Dhuafa di Dua Lokasi

Rumah Yatim Cabang Surabaya telah memberikan bantuan beasiswa kepada anak yatim dan dhuafa Selasa (19/2) lalu. Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf, bantuan beasiswa memang rutin diberikan setiap bulannya kepada anak yatim dan dhuafa. Pada kesempatan kali ini, ia bersama tim memberikan bantuan beasiswa kepada 20 anak yatim di dua lokasi.

Bantuan tersebut, sambung dia, diberikan pertama kepada lima anak yatim dan dhuafa di Kantor Kas Klampis, Jalan Klampis Jaya No. 37a, Klampis Ngasem, Sukolilo, dan 15 orang lainnya menerima bantuan beasiswa di Kantor Kas Darmo, Jalan Darmo Indah Barat LL7, Tandes, Surabaya.

Agus mengungkapkan, Seluruh anak penerima manfaat dari program rumah yatim tersebut memang termasuk kedalam keluarga yang kurang mampu. Bahkan mereka sering kesulitan untuk memenuhi keperluan pendidikannya.

Ia menambahkan, Rumah Yatim Cabang Surabaya juga siap menjadi fasilitator bagi anak yatim dan dhuafa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Ia juga telah menyiapkan ruang belajar dan bisa digunakan kapanpun. Selain itu, ia juga siap memberikan fasilitas berikut dengan pengajarnya.

"Bisa kita panggilkan guru buat mereka untuk belajar di kantor kas Rumah Yatim, guna meningkatkan pelayanan publik kepada warga Surabaya," tuturnya.

UPDATE #4
15 Februari 2019

Bantu Biaya Pendidikan Anak Prasejahtera, Rumah Yatim Beri Beasiswa

Rumah Yatim cabang Tegal telah memberikan bantuan biaya pendidikan kepada sepuluh anak prasejahtera di sekitar asrama tegal, Selasa ( 13/2 ) lalu. Bantuan yang diberikan merupakan upaya Rumah Yatim dalam mengimplementasikan program santunan beasiswa dhuafa.

Kepala cabang Tegal Jajang khoeruman mengungkapkan, santunan tersebut rutin diberikan setiap bulannya. Untuk proses pembagian dilakukan secara bergilir karena jumlah penerima manfaat semakin bertambah.

Penerima manfaat dari program santunan ini adalah mereka yang orang tuanya bekerja sebagai pemulung, pedagang kecil, dan buruh kuli panggul dan sebagain merupakan anak yatim. Jajang mengatakan, dengan adanya bantuan tersebut, para orangtua merespon positif dan sangat bahagia dengan kontribusi Rumah Yatim dalam membantu kekurangan biaya pendidikan anak-anak mereka . Karena menurutnya sudah tidak ada yang bertanggung jawab untuk pendidikannya.

UPDATE #3
31 Januari 2019

Rutin Dapat Beasiswa Pendidikan, Ikhsan Buktikan Prestasinya

 Sudah satu tahun Ikhsan -sapaan akrabnya menjadi anak asuh nonmukim Rumah Yatim. Setiap bulannya ia rutin mendapatkan santunan pendidikan dari Rumah Yatim. Ikhsan mengatakan, jika santunan tersebut biasa ia gunakan untuk membeli keperluan sekolah,  sisanya ditabung untuk biaya melanjutkan pendidikan. 

 

Selain Ikhsan, adiknya pun menjadi anak asuh nonmukim Rumah Yatim Yogyakarta. Setiap bulan, mereka datang ke asrama untuk mendapatkan santunan. Jika ada undangan dari donatur pun mereka selalu dilibatkan. 

Menjadi seorang pemadam kebakaran merupakan mimpi terbesar Ikhsan. Kepada pengurus Rumah Yatim, ia berjanji akan selalu rajin belajar supaya bisa menggapai mimpinya tersebut. "Insya Allah kami akan terus mendukung Ikhsan untuk menggapai mimpinya. Terima kasih kepada para donatur yang telah peduli kepada anak asuh kami. Alhamdulillah rezeki yang telah dititipkan ke Rumah Yatim telah dirasakan banyak anak, khususnya oleh Ikhsan," tutupnya.

 

UPDATE #2
12 Desember 2018

Ayu Persembahkan Juara Lomba MTQ untuk Orangtuanya

Sudah 12 tahun ia ditinggal sang mendiang ayahnya. Hidup mandiri sejak sang ibu bekerja menjadi tenaga asing di negeri seberang. Saat ini, Rahayu (17), tinggal di Asrama Rumah Yatim Duren Sawit, Jalan Kolonel Sugiono No. 16A, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sehari-hari Ayu -sapaannya, rutin melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Bersekolah di SMA BPS&K Jakarta Timur, dan bercanda gurau dengan kerabatnya. Namun, yang berbeda, Ayu terus tekun dalam belajar ilmu keagamaan salah satunya hafalan dan bacaan Alquran.

Ayu belum lama ini meraih juara ketiga dalam perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang diadakan di sekolahnya. Menurut Ayu, dirinya tidak ada persiapan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Hal ini dikarenakan pihak sekolah mengadakan secara mendadak.

"Sebetulnya belum mempersiapkan apa-apa dan merupakan acara dadakan, terpilih menjadi peserta sehari sebelum lomba tersebut, namun Alhamdullilah karena mengaji sudah jadi kebiasaan sehari-hari," ungkap perempuan yang hobi membaca ini, Selasa (11/12).

Ia mengungkapkan, dirinya sangat senang bisa meraih juara MTQ tersebut. Namun, di sisi lain ia persembahkan juara tersebut untuk mendiang ayahnya dan ibunya yang sedang bekerja di luar negeri. Ia berharap, ke depannya bisa terus mengembangkan diri dalam kegiatan keagamaan lainnya.

Saat ini selain hobi membaca, Ayu juga bercita-cita ingin menjadi seorang ustadzah. Berbagi dan memberikan ilmu untuk kebermanfaat orang lain menjadi salah satu keinginan terbesar Ayu. Bahkan, setelah mendapatkan juara tiga di lomba MTQ ia semakin termotivasi.

"Semoga Ayu bisa membahagiakan mama yang sekarang kerja di luar, semoga Ayu sukses dan bisa membahagiaan mama dunia akhirat," ujarnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #1
30 Agustus 2018

Azizah, Dedikasikan Diri untuk Rumah Yatim Sembari Kuliah

 

Pengabdian menjadi penting bagi tiap alumni untuk mendedikasikan ilmu yang didapat untuk keperluan almamaternya. Hal itu pun dilakukan oleh Siti Nur Azizah, yang saat ini ditugaskan Rumah Yatim untuk mengurus anak-anak asuh Rumah Yatim Arcamanik Bandung. 

Sembari mengurus anak asuh, Azizah -sapaannya, adalah mahasiswa semester 5 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan PG-PAUD. Menjadi mahasiswa sembari mendidik anak-anak menjadi tugasnya saat ini. Dia berusaha untuk menikmati semuanya dengan mengatur waktu antara kewajibannya sebagai mahasiswa dan kewajibannya sebagai Staf Pendidikan dan Kesehatan Rumah Yatim Arcamanik.  

“Alhamdulillah semuanya bisa di atur, karena ada anak-anak yang sudah cukup besar untuk dimandirikan jadi saya bisa mengaturnya agar semuanya berjalan dengan baik,” ujar gadis kelahiran Karangpawitan Garut ini.

Sebagai alumni Rumah Yatim yang juga merasakan posisi yang sama dengan anak-anak yakni menjadi anak asuh, Azizah berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Dia pun bercerita Rumah Yatimlah yang menjadikannya manusia yang lebih baik, mendapatkan banyak ilmu dan mendapatkan banyak saudara. Dia pun ingin anak-anak yang dia didik menjadi manusia yang jauh lebih baik darinya. “Bersyukur dan senang sekali, disini Azizah mendapatkan banyak ilmu baru, saudara baru dan banyak yang Aziz ah dapatkan. Salah satunya fasilitas sandang, pangan, papan yang terpenuhi. Kalau tinggal di rumah belum tentu mendapatkan ini semua,” tuturnya. 

Dia menjadi anak asuh Rumah Yatim saat kelas 2 SMP. Azizah meninggalkan kampung halamannya, karena ia yang masih kecil itu harus kehilangan satu-satunya tumpuan. Ibunya, Mimin Minah, wanita kuat yang bekerja sebagai buruh tenaga kerja pabrik dodol dan mencari tambahan dengan berjualan daun pisang di pasar itu pergi meninggalkan Azizah untuk selamanya. Karena cita-cita azizah ingin bersekolah, dia pun memutuskan mendengarkan perkataan pamannya untuk tinggal di Rumah Yatim dan bersekolah di SMP IT BIU (Bina Insan Unggul). Setelah lulus dan menjadi salah satu lulusan terbaik, Azizah meneruskan SMA ke PGII Bandung.

Ia coba mengejar mimpinya selama ini yakni menjadi seorang Dosen Bahasa Arab. Tapi ternyata Allah tak menghendaki Azizah untuk mengejar mimpi itu, karena dia diterima di jurusan PG PAUD. 

“Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambanya,” kata Azizah.

Kini dia berusaha menjalankan amanah dari Rumah Yatim dengan menjadi salah satu Staf Pendidikan dan Kesehatan. Memberikan pendidikan kepada anak asuh, memperhatikan kesehatan dan kebersihan anak-anak dalam semua aspek. Ia harus memiliki waktu 24 jam kerja, di mana pun anak asuh membutuhkan bantuan, maka Azizah harus siap. 

Selain itu, tugas mengajar pun dia lakoni, setiap hari dia mengajar kediniyahan dan memberikan bimbingan belajar untuk anak-anak dengan berbagai metode pengajaran yang dia dapatkan di bangku kuliah. “Meski agak berbeda, karena metode yang saya pelajari untuk anak-anak PAUD dan di sini anak-anaknya sudah SD dan SMP, tapi Alhamdulillah bisa disesuaikan,” ungkapnya.

Menjadi mahasiswa keguruan, membuatnya berkeinginan untuk bisa mengajar sesuai ilmu yang dia miliki. “Saya ingin mengajar anak-anak TK seperti bidang ilmu yang saya pelajari,” harapnya kelak.

 

www.rumah-yatim.org

 

Tanggal Nominal
Hamba Allah
29 Agustus 2018
Rp 54.247
Hamba Allah
30 Agustus 2018
Rp 200.994
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 25.501
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 150.746
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 100.301
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 30.234
Hamba Allah
1 September 2018
Rp 50.231
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 50.812
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 1.107.119
Hamba Allah
4 September 2018
Rp 50.314
sumayyah thoyyibah
5 September 2018
Rp 50.798
Hamba Allah
5 September 2018
Rp 300.689
Hamba Allah
6 September 2018
Rp 1.000.595
Hamba Allah
6 September 2018
Rp 50.613
Hamba Allah
7 September 2018
Rp 300.761
Hamba Allah
9 September 2018
Rp 1.500.508
Hadi Yanuar Iswanto
15 September 2018
Rp 80.189
Hamba Allah
18 September 2018
Rp 50.367
Hamba Allah
18 September 2018
Rp 200.969
Hamba Allah
19 September 2018
Rp 250.803
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 200.170
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 500.875
Indah harahap
20 September 2018
Rp 500.777
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 3.000.313
Kautsar Adi
22 September 2018
Rp 250.972
Hamba Allah
23 September 2018
Rp 900.826
Hamba Allah
24 September 2018
Rp 109.798
Hamba Allah
25 September 2018
Rp 100.159
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 250.638
Rika Komala Rizki
27 September 2018
Rp 200.419
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 201.063
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 250.595
Hamba Allah
28 September 2018
Rp 68.135
Hamba Allah
28 September 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
29 September 2018
Rp 100.498
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 100.641
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 100.349
Yudistira Yudadisastra
2 Oktober 2018
Rp 150.637
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 5.000.623
Syafitri Indah S
4 Oktober 2018
Rp 100.993
Hamba Allah
4 Oktober 2018
Rp 1.000.898
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 200.118
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 500.356
Hamba Allah
8 Oktober 2018
Rp 100.277
Abdul Majid
15 Oktober 2018
Rp 300.169
Hamba Allah
16 Oktober 2018
Rp 125.753
Hamba Allah
18 Oktober 2018
Rp 300.456
mushola Al-Muttaqin
18 Oktober 2018
Rp 1.000.567
Hamba Allah
19 Oktober 2018
Rp 100.499
Hamba Allah
26 Oktober 2018
Rp 200.606
Asep Hendra Hendriana
31 Oktober 2018
Rp 1.000.317
Hamba Allah
31 Oktober 2018
Rp 500.884
Hamba Allah
31 Oktober 2018
Rp 100.737
Hamba Allah
31 Oktober 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
2 November 2018
Rp 500.838
Hamba Allah
2 November 2018
Rp 100.617
Hamba Allah
3 November 2018
Rp 200.715
Hamba Allah
4 November 2018
Rp 100.364
singgih dwi saputro
5 November 2018
Rp 90.120
Hamba Allah
5 November 2018
Rp 10.791
Hamba Allah
5 November 2018
Rp 500.158
Hamba Allah
6 November 2018
Rp 200.870
Hamba Allah
7 November 2018
Rp 30.759
Hamba Allah
8 November 2018
Rp 200.186
Hamba Allah
9 November 2018
Rp 20.151
Hamba Alloh
8 November 2018
Rp 200.186
Hamba Allah
9 November 2018
Rp 200.165
Hamba Allah
11 November 2018
Rp 1.000.597
Hamba Allah
12 November 2018
Rp 200.891
Hadi Purwanto
12 November 2018
Rp 40.998
Hamba Allah
13 November 2018
Rp 100.420
Hamba Allah
13 November 2018
Rp 150.165
Hamba Allah
14 November 2018
Rp 1.000.950
Hamba Allah
15 November 2018
Rp 100.975
Hamba Allah
17 November 2018
Rp 5.000.149
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 1.009.901
Sony Christianto
23 November 2018
Rp 25.170
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 200.307
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 100.842
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 250.567
Hamba Allah
24 November 2018
Rp 50.858
Muchamad Arifin
25 November 2018
Rp 50.685
Hamba Allah
25 November 2018
Rp 100.295
Mailendra Amurwabumi
26 November 2018
Rp 500.467
Hamba Allah
28 November 2018
Rp 100.726
Hamba Allah
29 November 2018
Rp 100.746
Hamba Allah
29 November 2018
Rp 1.250.939
Rini Dwijayanti
30 November 2018
Rp 10.516
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.556
Juariah s
30 November 2018
Rp 50.591
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.278
Aditya Oki Alarisi
30 November 2018
Rp 185.274
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.149
sumayyah thoyyibah
1 Desember 2018
Rp 50.945
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 1.000.142
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 100.771
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 250.827
Hamba Allah
6 Desember 2018
Rp 100.687
Hamba Allah
7 Desember 2018
Rp 165.463
Hadi Purwanto
9 Desember 2018
Rp 20.999
Hamba Allah
9 Desember 2018
Rp 150.521
Bobi Erno Rusadi
10 Desember 2018
Rp 500.508
Hamba Allah
10 Desember 2018
Rp 130.637
Hamba Allah
13 Desember 2018
Rp 100.184
Hamba Allah
13 Desember 2018
Rp 25.792
Hamba Allah
15 Desember 2018
Rp 25.510
Hamba Allah
15 Desember 2018
Rp 1.000.766
Hamba Allah
16 Desember 2018
Rp 100.773
Hamba Allah
16 Desember 2018
Rp 150.644
Hamba Allah
20 Desember 2018
Rp 10.914
Hamba Allah
21 Desember 2018
Rp 500.216
Hamba Allah
23 Desember 2018
Rp 300.283
sumayyah thoyyibah
29 Desember 2018
Rp 50.907
Fathiyah Desya Miranty
31 Desember 2018
Rp 500.987
singgih dwi saputro
1 Januari 2019
Rp 90.397
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 100.513
Hadi Purwanto
1 Januari 2019
Rp 15.894
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 1.000.998
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 300.868
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 1.000.676
Hamba Allah
2 Januari 2019
Rp 60.795
Aditya Oki Alarisi
2 Januari 2019
Rp 185.870
Hamba Allah
3 Januari 2019
Rp 200.306
Hamba Allah
5 Januari 2019
Rp 100.493
Hamba Allah
5 Januari 2019
Rp 50.727
Hamba Allah
15 Januari 2019
Rp 1.000.295
Hamba Allah
18 Januari 2019
Rp 1.000.296
Dicky Fadly Maulana
19 Januari 2019
Rp 100.510
Hamba Allah
20 Januari 2019
Rp 100.568
Hamba Allah
21 Januari 2019
Rp 100.879
Hamba Allah
25 Januari 2019
Rp 20.406
Bambang Lesmana
27 Januari 2019
Rp 500.569
Hamba Allah
28 Januari 2019
Rp 1.000.816
Hamba Allah
1 Februari 2019
Rp 100.324
Eka zulmita
1 Februari 2019
Rp 150.643
Hamba Allah
1 Februari 2019
Rp 500.171
Regi R.
2 Februari 2019
Rp 100.701
Hamba Allah
5 Februari 2019
Rp 50.655
Hadi Purwanto
6 Februari 2019
Rp 100.536
sumayyah thoyyibah
6 Februari 2019
Rp 50.414
Hamba Allah
9 Februari 2019
Rp 210.972
Hamba Allah
21 Februari 2019
Rp 410.189
Hadi Purwanto
22 Februari 2019
Rp 100.394
Hamba Allah
23 Februari 2019
Rp 500.762
Hamba Allah
24 Februari 2019
Rp 500.964
Hamba Allah
25 Februari 2019
Rp 100.865
Hamba Allah
27 Februari 2019
Rp 50.794
Hamba Allah
28 Februari 2019
Rp 500.541
Hamba Allah
1 Maret 2019
Rp 250.328
Hamba Allah
1 Maret 2019
Rp 20.809
Hamba Allah
1 Maret 2019
Rp 200.254
Untung
1 Maret 2019
Rp 30.361
Hamba Allah
2 Maret 2019
Rp 100.413
Hamba Allah
4 Maret 2019
Rp 100.344
IRSAN JAELANI
5 Maret 2019
Rp 100.446
Ali
11 Maret 2019
Rp 100.875
Hamba Allah
11 Maret 2019
Rp 100.419
Hamba Allah
12 Maret 2019
Rp 100.736
Hamba Allah
13 Maret 2019
Rp 100.538
Hamba Allah
20 Maret 2019
Rp 1.000.489
Hamba Allah
25 Maret 2019
Rp 124.000
Hamba Allah
26 Maret 2019
Rp 100.926
Hamba Allah
27 Maret 2019
Rp 500.991
Hamba Allah
29 Maret 2019
Rp 10.272
bambang lesmana
29 Maret 2019
Rp 500.814
Hamba Allah
29 Maret 2019
Rp 50.634
Hamba Allah
29 Maret 2019
Rp 100.890
sumayyah thoyyibah
3 April 2019
Rp 50.284
Hamba Allah
6 April 2019
Rp 150.114
gatra
7 April 2019
Rp 500.833
Hamba Allah
15 April 2019
Rp 500.789
Aninditta Nadya
18 April 2019
Rp 500.245
bambang lesmana
21 April 2019
Rp 500.180
Hamba Allah
21 April 2019
Rp 500.331
Hamba Allah
26 April 2019
Rp 250.214
Hamba Allah
29 April 2019
Rp 50.159
Hamba Allah
1 Mei 2019
Rp 200.322
David Chandra
8 Mei 2019
Rp 50.889
Hamba Allah
11 Mei 2019
Rp 10.327
Hamba Allah
11 Mei 2019
Rp 500.890
Hamba Allah
12 Mei 2019
Rp 100.315
bambang lesmana
14 Mei 2019
Rp 500.153
Hamba Allah
17 Mei 2019
Rp 200.692
Hamba Allah
18 Mei 2019
Rp 3.000.780
Hamba Allah
24 Mei 2019
Rp 200.902
Hamba Allah
24 Mei 2019
Rp 50.598
Hamba Allah
31 Mei 2019
Rp 500.136
Hamba Allah
2 Juni 2019
Rp 200.876
Hamba Allah
4 Juni 2019
Rp 100.200
Hamba Allah
5 Juni 2019
Rp 50.879
Hamba Allah
10 Juni 2019
Rp 500.560
Hamba Allah
15 Juni 2019
Rp 50.408
Hamba Allah
18 Juni 2019
Rp 10.841
Hamba Allah
30 Juni 2019
Rp 100.123
Hamba Allah
2 Juli 2019
Rp 10.501
Hamba Allah
4 Juli 2019
Rp 200.810
Hamba Allah
10 Juli 2019
Rp 100.120
Verna
12 Juli 2019
Rp 500.467
Hamba Allah
15 Juli 2019
Rp 500.706
Hamba Allah
16 Juli 2019
Rp 100.902
Hamba Allah
17 Juli 2019
Rp 100.110
rinestu adhi
18 Juli 2019
Rp 150.991
Hamba Allah
19 Juli 2019
Rp 100.810
Adri Susiani
19 Juli 2019
Rp 300.800
Hamba Allah
21 Juli 2019
Rp 10.555
Hamba Allah
23 Juli 2019
Rp 200.538
Hamba Allah
23 Juli 2019
Rp 177.750
Novita Putri
23 Juli 2019
Rp 50.207
Hamba Allah
24 Juli 2019
Rp 30.332
Hamba Allah
27 Juli 2019
Rp 150.848
Hamba Allah
29 Juli 2019
Rp 100.355
Hamba Allah
31 Juli 2019
Rp 20.122
Hamba Allah
1 Agustus 2019
Rp 100.422
Galih Wibisono
2 Agustus 2019
Rp 100.112
Hamba Allah
3 Agustus 2019
Rp 200.572
Murshed saeed ghalib, Abdulaziz ghalib Lamia Murshed ,Titin achamed Hasan, hathlol bin Abdulaziz, Ahmad alhasni,abtta alrasyid
4 Agustus 2019
Rp 312.680
Hamba Allah
4 Agustus 2019
Rp 25.362
Hamba Allah
8 Agustus 2019
Rp 10.701
Hamba Allah
9 Agustus 2019
Rp 51.215
Hamba Allah
10 Agustus 2019
Rp 10.420
Hamba Allah
22 Agustus 2019
Rp 250.715
Hamba Allah
22 Agustus 2019
Rp 300.545
Hamba Allah
22 Agustus 2019
Rp 1.500.296
Hamba Allah
23 Agustus 2019
Rp 50.136
Hamba Allah
26 Agustus 2019
Rp 100.496
Hamba Allah
28 Agustus 2019
Rp 50.902
Hamba Allah
2 September 2019
Rp 100.186
Hamba Allah
3 September 2019
Rp 200.205
Hamba Allah
7 September 2019
Rp 200.210
Hamba Allah
9 September 2019
Rp 100.779
Hamba Allah
10 September 2019
Rp 1.000.978
Hamba Allah
11 September 2019
Rp 100.244
Citra dan Gatra
12 September 2019
Rp 250.166
Hamba Alloh
13 September 2019
Rp 50.533
Hamba Allah
13 September 2019
Rp 500.351
Hamba Allah
16 September 2019
Rp 300.444
Dara
15 September 2019
Rp 15.241
Hamba Allah
16 September 2019
Rp 500.719
Hamba Allah
16 September 2019
Rp 200.280
Hamba Allah
17 September 2019
Rp 50.279
Hamba Allah
17 September 2019
Rp 100.215
Hamba Allah
17 September 2019
Rp 50.718
Hamba Allah
18 September 2019
Rp 20.959
Hamba Allah
18 September 2019
Rp 500.796
Hamba Allah
18 September 2019
Rp 40.543
Hamba Allah
19 September 2019
Rp 100.947
Hamba Allah
19 September 2019
Rp 500.199
Ibrahim
19 September 2019
Rp 200.800
Hamba Allah
19 September 2019
Rp 125.431
Hamba Allah
20 September 2019
Rp 100.440
Hamba Allah
20 September 2019
Rp 50.790
Hamba Allah
20 September 2019
Rp 50.655
Hamba Allah
20 September 2019
Rp 10.963
Hamba Allah
20 September 2019
Rp 50.680
Hamba Allah
21 September 2019
Rp 20.299
Hamba Allah
21 September 2019
Rp 25.473
Hamba Allah
21 September 2019
Rp 100.218
Hamba Allah
23 September 2019
Rp 55.423
Hamba Allah
23 September 2019
Rp 500.395
Hamba Allah
24 September 2019
Rp 150.658
Hamba Allah
24 September 2019
Rp 20.552
Hamba Allah
25 September 2019
Rp 50.949
Hamba Allah
25 September 2019
Rp 20.254
rinestu adhi
26 September 2019
Rp 150.942
Hamba Allah
26 September 2019
Rp 100.959
ika dewi
27 September 2019
Rp 100.959
Hamba Allah
27 September 2019
Rp 100.310
Hamba Allah
27 September 2019
Rp 100.963
Hamba Allah
27 September 2019
Rp 300.301
Hamba Allah
27 September 2019
Rp 50.363
Hamba Allah
27 September 2019
Rp 200.382
Hamba Allah
27 September 2019
Rp 150.157
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 620.780
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 1.000.702
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 500.385
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 100.882
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 50.880
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 200.455
Hamba Allah
29 September 2019
Rp 200.899
Hamba Allah
29 September 2019
Rp 500.551
Hamba Allah
29 September 2019
Rp 200.288
Hamba Allah
30 September 2019
Rp 50.410
Hamba Allah
30 September 2019
Rp 50.531
Hamba Allah
30 September 2019
Rp 100.523
Hamba Allah
30 September 2019
Rp 500.203
Rosy Diana
30 September 2019
Rp 280.264
Hamba Allah
1 Oktober 2019
Rp 80.911
Hamba Allah
1 Oktober 2019
Rp 100.308
Andri Rahadiansyah
1 Oktober 2019
Rp 300.877
Hamba Allah
1 Oktober 2019
Rp 100.974
Nurani intan alam
1 Oktober 2019
Rp 100.407
Hamba Allah
1 Oktober 2019
Rp 70.642
Aditya Oki Alarisi
1 Oktober 2019
Rp 150.386
Hamba Allah
1 Oktober 2019
Rp 200.640
Hamba Allah
2 Oktober 2019
Rp 200.220
Hamba Allah
2 Oktober 2019
Rp 200.530
Hamba Allah
2 Oktober 2019
Rp 50.891
AHMAD SANJOYO
2 Oktober 2019
Rp 500.375
Seseorang
2 Oktober 2019
Rp 300.947
Hamba Allah
2 Oktober 2019
Rp 200.435
Hamba Allah
3 Oktober 2019
Rp 80.659
Hamba Allah
3 Oktober 2019
Rp 200.844
Titis Dewanti
3 Oktober 2019
Rp 200.873
Hamba Allah
4 Oktober 2019
Rp 200.252
No name
4 Oktober 2019
Rp 50.104
Hamba Allah
4 Oktober 2019
Rp 500.886
Hamba Allah
4 Oktober 2019
Rp 100.453
Hamba Allah
4 Oktober 2019
Rp 100.279
Hamba Allah
4 Oktober 2019
Rp 50.697
Hamba Allah
4 Oktober 2019
Rp 500.918
Hamba Allah
5 Oktober 2019
Rp 50.546
Hamba Allah
5 Oktober 2019
Rp 300.242
Hamba Allah
5 Oktober 2019
Rp 500.644
Hamba Allah
5 Oktober 2019
Rp 100.834
Hamba Allah
6 Oktober 2019
Rp 200.764
Hamba Allah
6 Oktober 2019
Rp 150.631
Hamba Allah
7 Oktober 2019
Rp 50.543
Hamba Allah
7 Oktober 2019
Rp 30.349
Simone Samuels
7 Oktober 2019
Rp 250.759
Hamba Allah
7 Oktober 2019
Rp 50.450
Muhammad Iqbal
8 Oktober 2019
Rp 200.442
Hamba Allah
8 Oktober 2019
Rp 10.221
Hamba Allah
8 Oktober 2019
Rp 100.934
Hamba Allah
8 Oktober 2019
Rp 100.971
Hamba Allah
9 Oktober 2019
Rp 50.454
Hamba Allah
10 Oktober 2019
Rp 50.346
Hamba Allah
10 Oktober 2019
Rp 30.220
Hamba Allah
10 Oktober 2019
Rp 100.975
Hamba Allah
10 Oktober 2019
Rp 100.311
Hamba Allah
10 Oktober 2019
Rp 20.552
Hamba Allah
11 Oktober 2019
Rp 100.780
Hamba Allah
11 Oktober 2019
Rp 10.227
Hamba Allah
11 Oktober 2019
Rp 500.626
Hamba Allah
11 Oktober 2019
Rp 300.271
Hamba Allah
11 Oktober 2019
Rp 100.109
Mohammad Arditya Ramdhan
11 Oktober 2019
Rp 50.254
Hamba Allah
11 Oktober 2019
Rp 200.285
Hamba Allah
12 Oktober 2019
Rp 50.502
Hamba Allah
12 Oktober 2019
Rp 100.985
Hamba Allah
12 Oktober 2019
Rp 150.361
Hamba Allah
13 Oktober 2019
Rp 500.467
Bedry Qintha
14 Oktober 2019
Rp 250.638
Wahyu Himawan
14 Oktober 2019
Rp 1.000.813
Hamba Allah
14 Oktober 2019
Rp 200.745
Hamba Allah
14 Oktober 2019
Rp 50.467
Hamba Allah
14 Oktober 2019
Rp 30.606
kang adam
14 Oktober 2019
Rp 514.000
Hamba Allah
14 Oktober 2019
Rp 300.267
Hamba Allah
15 Oktober 2019
Rp 100.823
Hamba Allah
15 Oktober 2019
Rp 100.185
Hamba Allah
15 Oktober 2019
Rp 10.815
Hamba Allah
15 Oktober 2019
Rp 500.918
Hamba Allah
16 Oktober 2019
Rp 50.625
Hamba Allah
16 Oktober 2019
Rp 490.989
Ahmad Jihan Muzaki
16 Oktober 2019
Rp 50.796
Hamba Allah
16 Oktober 2019
Rp 100.368
Hamba Allah
17 Oktober 2019
Rp 1.250.306
Hamba Allah
17 Oktober 2019
Rp 250.555
Hamba Allah
18 Oktober 2019
Rp 365.488
Hamba Allah
18 Oktober 2019
Rp 50.718
Hamba Allah
18 Oktober 2019
Rp 55.747
Mohammad Arditya Ramdhan
18 Oktober 2019
Rp 50.963
Hamba Allah
18 Oktober 2019
Rp 50.206
Hamba Allah
19 Oktober 2019
Rp 118.141
Hamba Allah
20 Oktober 2019
Rp 200.851
Hamba Allah
21 Oktober 2019
Rp 100.919
Hamba Allah
22 Oktober 2019
Rp 250.765
Hamba Allah
22 Oktober 2019
Rp 100.103
Hamba Allah
23 Oktober 2019
Rp 100.671
Hamba Allah
24 Oktober 2019
Rp 100.844
Hamba Allah
24 Oktober 2019
Rp 100.768
Hamba Allah
24 Oktober 2019
Rp 100.487
Agus Darmawan
25 Oktober 2019
Rp 105.178
Ibu Kasmini bin Urip Karnadi Alm
25 Oktober 2019
Rp 150.210
Hamba Allah
25 Oktober 2019
Rp 50.999
Hamba Allah
25 Oktober 2019
Rp 100.356
Hamba Allah
25 Oktober 2019
Rp 60.283
Hamba Allah
25 Oktober 2019
Rp 100.692
Mohammad Arditya Ramdhan
25 Oktober 2019
Rp 50.391
Hamba Allah
26 Oktober 2019
Rp 250.150
Hamba Allah
26 Oktober 2019
Rp 100.243
Thasya shayela rachma
26 Oktober 2019
Rp 200.672
Hamba Allah
27 Oktober 2019
Rp 100.779
Hamba Allah
27 Oktober 2019
Rp 20.931
Hamba Allah
27 Oktober 2019
Rp 20.597
Hamba Allah
27 Oktober 2019
Rp 100.542
Hamba Allah
27 Oktober 2019
Rp 50.553
Endro Pudjiatmoko
27 Oktober 2019
Rp 100.765
Hamba Allah
28 Oktober 2019
Rp 150.838
Hamba Allah
28 Oktober 2019
Rp 200.454
Hamba Allah
28 Oktober 2019
Rp 200.229
Hamba Allah
28 Oktober 2019
Rp 100.850
Hamba Allah
29 Oktober 2019
Rp 100.425
Hamba Allah
29 Oktober 2019
Rp 250.659
Hamba Allah
29 Oktober 2019
Rp 30.211
Hamba Allah
29 Oktober 2019
Rp 100.000
Primita
29 Oktober 2019
Rp 200.540
Hamba Allah
29 Oktober 2019
Rp 200.245
Hamba Allah
30 Oktober 2019
Rp 50.235
Hamba Allah
30 Oktober 2019
Rp 50.773
Hamba Allah
30 Oktober 2019
Rp 370.547
Hamba Allah
31 Oktober 2019
Rp 100.855
Hamba Allah
31 Oktober 2019
Rp 100.686
Hamba Allah
31 Oktober 2019
Rp 1.000.224
Hamba Allah
1 November 2019
Rp 100.284
Hamba Allah
1 November 2019
Rp 100.184
Hamba Allah
1 November 2019
Rp 350.359
Hamba Allah
1 November 2019
Rp 100.370
Hamba Allah
1 November 2019
Rp 500.597
Mohammad Arditya Ramdhan
1 November 2019
Rp 50.212
Gaung ungkas
1 November 2019
Rp 250.931
Hamba Allah
1 November 2019
Rp 100.000
Diana
1 November 2019
Rp 50.339
Aditya Oki Alarisi
1 November 2019
Rp 350.840
Hamba Allah
2 November 2019
Rp 100.000
Hamba Allah
2 November 2019
Rp 100.695
Hamba Allah
2 November 2019
Rp 1.022.306
Hamba Allah
2 November 2019
Rp 10.332
Hamba Allah
2 November 2019
Rp 50.181
Hamba Allah
2 November 2019
Rp 50.135
Hamba Allah
2 November 2019
Rp 50.351
Hamba Allah
2 November 2019
Rp 300.497
Hamba Allah
3 November 2019
Rp 50.799
Hamba Allah
3 November 2019
Rp 300.361
Moh Fadlulrahman S.
3 November 2019
Rp 51.272
Hamba Allah
4 November 2019
Rp 50.620
Mantang M.Tahir
4 November 2019
Rp 100.905
Hamba Allah
4 November 2019
Rp 100.793
Seseorang
4 November 2019
Rp 100.927
Seseorang
4 November 2019
Rp 50.825
Hamba Allah
4 November 2019
Rp 50.685
Hamba Allah
4 November 2019
Rp 50.705
Hamba Allah
5 November 2019
Rp 100.930
Hamba Allah
5 November 2019
Rp 200.483
Hamba Allah
5 November 2019
Rp 50.555
Hamba Allah
6 November 2019
Rp 50.228
eka aprillian
7 November 2019
Rp 50.459
Hamba Allah
8 November 2019
Rp 50.615
Sutardi
8 November 2019
Rp 200.127
Hamba Allah
8 November 2019
Rp 50.633
adam armynhatta
8 November 2019
Rp 100.000
Hamba Allah
8 November 2019
Rp 50.954
Hamba Allah
8 November 2019
Rp 50.622
Hamba Allah
8 November 2019
Rp 100.987
Hamba Allah
8 November 2019
Rp 25.650
Hamba Allah
9 November 2019
Rp 10.971
Hamba Allah
9 November 2019
Rp 200.490
Hamba Allah
10 November 2019
Rp 100.787
Hamba Allah
10 November 2019
Rp 10.175
Hamba Allah
10 November 2019
Rp 1.000.945
Hamba Allah
10 November 2019
Rp 150.270
Hamba Allah
11 November 2019
Rp 50.131
Hamba Allah
12 November 2019
Rp 100.951
AMIR AS'AD
13 November 2019
Rp 23.227
Hamba Allah
13 November 2019
Rp 10.648
Hamba Allah
13 November 2019
Rp 50.134
Hamba Allah
14 November 2019
Rp 36.603
Hamba Allah
14 November 2019
Rp 1.000.898
Hamba Allah
14 November 2019
Rp 50.969
Hamba Allah
15 November 2019
Rp 500.205
Hamba Allah
15 November 2019
Rp 30.727
Hamba Allah
15 November 2019
Rp 50.792
Muhammad Iqbal
15 November 2019
Rp 200.841
Hamba Allah
15 November 2019
Rp 50.502
Hamba Allah
15 November 2019
Rp 500.923
Bangun
15 November 2019
Rp 200.940
Hamba Allah
15 November 2019
Rp 130.995
Hamba Allah
15 November 2019
Rp 100.907
Aluna naura al kindy
15 November 2019
Rp 50.818
Hamba Allah
15 November 2019
Rp 500.815
Tri Lubis
16 November 2019
Rp 100.432
Hamba Allah
17 November 2019
Rp 100.935
Hamba Allah
17 November 2019
Rp 10.547
Hamba Allah
17 November 2019
Rp 50.235
Hamba Allah
17 November 2019
Rp 200.000
Hamba Allah
17 November 2019
Rp 150.891
Hamba Allah
18 November 2019
Rp 25.187
Hamba Allah
18 November 2019
Rp 60.825
Hamba Allah
18 November 2019
Rp 10.887
Hamba Allah
18 November 2019
Rp 100.961
Hamba Allah
19 November 2019
Rp 30.962
Hamba Allah
19 November 2019
Rp 25.127
Hamba Allah
20 November 2019
Rp 50.841
Hamba Allah
20 November 2019
Rp 50.488
Saura delsy bethania
20 November 2019
Rp 50.553
Hamba Allah
20 November 2019
Rp 30.142
Hamba Allah
21 November 2019
Rp 100.374
Mohammad Arditya Ramdhan
21 November 2019
Rp 150.273
Hamba Allah
21 November 2019
Rp 1.000.101
Yanto Sumanto
21 November 2019
Rp 10.518
Hamba Allah
25 November 2019
Rp 200.924
Hamba Allah
26 November 2019
Rp 100.130
MUHAMMAD HAFIZH KHOIRON
22 November 2019
Rp 200.369
Hamba Allah
26 November 2019
Rp 10.402
Hamba Allah
27 November 2019
Rp 50.903
Hamba Allah
27 November 2019
Rp 20.468
Hamba Allah
27 November 2019
Rp 50.975
Hamba allah
28 November 2019
Rp 11.527
Hamba Allah
28 November 2019
Rp 20.486
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 100.687
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 100.918
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 113.214
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 20.783
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 50.534
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 500.206
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 100.323
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 100.664
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 150.385
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 100.570
Hamba Allah
29 November 2019
Rp 200.415
Diana Puspita Dewi
29 November 2019
Rp 300.975
Hamba Allah
30 November 2019
Rp 50.606
Hamba Allah
30 November 2019
Rp 150.943
Hamba Allah
1 Desember 2019
Rp 100.981
Hamba Allah
1 Desember 2019
Rp 100.657
Hamba Allah
1 Desember 2019
Rp 500.754
Hamba Allah
1 Desember 2019
Rp 300.363
Hamba Allah
1 Desember 2019
Rp 500.415
Hamba Allah
1 Desember 2019
Rp 250.889
Hamba Allah
1 Desember 2019
Rp 100.794
Hamba Allah
1 Desember 2019
Rp 100.239
Hamba Allah
1 Desember 2019
Rp 50.758
Hamba Allah
2 Desember 2019
Rp 10.927
David Chandra
2 Desember 2019
Rp 50.230
Hamba Allah
2 Desember 2019
Rp 10.000.800
Hamba Allah
2 Desember 2019
Rp 150.760
Hamba Allah
2 Desember 2019
Rp 81.922
Hamba Allah
3 Desember 2019
Rp 20.684
Didik Setiawan
3 Desember 2019
Rp 250.601
Hamba Allah
3 Desember 2019
Rp 50.686
Hamba Allah
3 Desember 2019
Rp 20.258
melisya caterina fazrin
3 Desember 2019
Rp 50.415
Hamba Allah
3 Desember 2019
Rp 100.561
Andita Guska
3 Desember 2019
Rp 100.905
Hamba Allah
4 Desember 2019
Rp 50.862
Hamba Allah
3 Desember 2019
Rp 99.355
Aditya Oki Alarisi
4 Desember 2019
Rp 250.783
Hamba Allah
4 Desember 2019
Rp 50.999
Hamba Allah
4 Desember 2019
Rp 60.141
rinestu adhi
4 Desember 2019
Rp 200.425
Dila Ekawati Sobar
4 Desember 2019
Rp 200.678
Hamba Allah
5 Desember 2019
Rp 100.361
Muhammad Iqbal
5 Desember 2019
Rp 200.679
Hamba Allah
5 Desember 2019
Rp 11.295
Hamba Allah
5 Desember 2019
Rp 63.044
Livya binti nanang kasiyanto
5 Desember 2019
Rp 100.618
Hamba Allah
5 Desember 2019
Rp 500.264
Hamba Allah
5 Desember 2019
Rp 249.281
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 100.391
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 50.283
Fauzia
6 Desember 2019
Rp 10.191
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 100.786
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 50.212
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 100.160
Ayu Layla
6 Desember 2019
Rp 50.127
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 150.785
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 50.442
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 150.177
Mohammad Arditya Ramdhan
6 Desember 2019
Rp 50.927
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 500.418
Hamba Allah
6 Desember 2019
Rp 100.683
Hamba Allah
7 Desember 2019
Rp 10.846

Total donatur : 562 orang